<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>BeritaHabitat.Net</title>
	<link>http://beritahabitat.net</link>
	<description>Portal Lingkungan Hidup Kita</description>
	<pubDate>Sat, 28 Aug 2010 07:33:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Kampung Ukir Yang Nyaris Tersingkir</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2010/07/27/kampung-ukir-yang-nyaris-tersingkir/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2010/07/27/kampung-ukir-yang-nyaris-tersingkir/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 03:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dsuyamto</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2010/07/27/kampung-ukir-yang-nyaris-tersingkir/</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://beritahabitat.net/wp-content/plugins/yet-another-photoblog/cache/thumb.2d7686d5ecdafd5572466a9c32039252.ad831480cbcb288f929576c73c4432f8.jpeg" width="180" height="240" style="float:left;padding:0 5px 5px 0;" >Para pengrajin kecil di Jepara. Merekalah sebenarnya para maestro ilmu  ukiran. Namun, nasib kian terjajah. Pasar karya seni mereka ditindas  oleh para &#8220;raksasa&#8221;. Kampung-kampung ukir di Jepara, sebuah habitat seni budaya yang terpinggirkan. Mereka menantikan apresiasi kita, sebelum harta karun itu dirampok lagi oleh bangsa lain.
Sebuah situs pemasaran dibangun, didedikasikan untuk mereka: www.javamebel.com

Share [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://beritahabitat.net/wp-content/plugins/yet-another-photoblog/cache/thumb.2d7686d5ecdafd5572466a9c32039252.ad831480cbcb288f929576c73c4432f8.jpeg" width="180" height="240" style="float:left;padding:0 5px 5px 0;" ><p>Para pengrajin kecil di Jepara. Merekalah sebenarnya para maestro ilmu  ukiran. Namun, nasib kian terjajah. Pasar karya seni mereka ditindas  oleh para &#8220;raksasa&#8221;. Kampung-kampung ukir di Jepara, sebuah habitat seni budaya yang terpinggirkan. Mereka menantikan apresiasi kita, sebelum harta karun itu dirampok lagi oleh bangsa lain.</p>
<p>Sebuah situs pemasaran dibangun, didedikasikan untuk mereka:<a href="http://www.javamebel.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=61&amp;Itemid=86"> www.javamebel.com</a></p>
<p><a href="http://www.javamebel.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=61&amp;Itemid=86" rel="nofollow"></a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=322&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_322" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2010/07/27/kampung-ukir-yang-nyaris-tersingkir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>A Rebuttal for Komodo</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2010/06/23/a-rebuttal-for-komodo/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2010/06/23/a-rebuttal-for-komodo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 17:16:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asti</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2010/06/23/a-rebuttal-for-komodo/</guid>
		<description><![CDATA[Last year, Indonesia was intoxicated by so many controversies on economics, politics, social, and environmental stuff. Among them, the most exciting one for me is the issue about the promotion of komodo as one of the 440 candidates of the New Natural Seven Wonders of the World (NNSWW). Through all the pros and cons, which [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Last year, Indonesia was intoxicated by so many controversies on economics, politics, social, and environmental stuff. Among them, the most exciting one for me is the issue about the promotion of komodo as one of the 440 candidates of the New Natural Seven Wonders of the World (NNSWW). Through all the pros and cons, which was won by the pros, finally komodo can get into the big 28, and now it is still waiting for the final announcement on December 31, 2011.  <a href="http://beritahabitat.net/2010/06/23/a-rebuttal-for-komodo/#more-319" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=319&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_319" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2010/06/23/a-rebuttal-for-komodo/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hutan Jawa Terancam: ProFauna Serukan Gerakan Penyelamatan Hutan</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2010/03/01/hutan-jawa-terancam-profauna-serukan-gerakan-penyelamatan-hutan/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2010/03/01/hutan-jawa-terancam-profauna-serukan-gerakan-penyelamatan-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Mar 2010 03:17:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jack Rimbawan291</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Habitat Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Hutan Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2010/03/01/hutan-jawa-terancam-profauna-serukan-gerakan-penyelamatan-hutan/</guid>
		<description><![CDATA[Semakin  berkurangnya tutupan hutan yang ada di Pulau Jawa saat ini telah  dirasakan menjadi suatu ancaman serius bagi masyarakat dan satwa liar  endemik yang ada di Pulau Jawa. Terjadinya bencana yang secara  rutin tiap tahun dan cenderung semakin meluas adalah salah satu  indikasi bahwa daya dukung hutan terhadap kehidupan manusia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://faunanews.multiply.com/photos/hi-res/1M/62"><img src="http://images.faunanews.multiply.com/image/wJKczXftwo5DWnBbNMpJ4g/photos/1M/300x300/62/save-forests-in-java-home.jpg?et=BSVwuSfAptL2kFHL1f2kbQ&amp;nmid=0" border="0" /></a>Semakin  berkurangnya tutupan hutan yang ada di Pulau Jawa saat ini telah  dirasakan menjadi suatu ancaman serius bagi masyarakat dan satwa liar  endemik yang ada di Pulau Jawa. Terjadinya bencana yang secara  rutin tiap tahun dan cenderung semakin meluas adalah salah satu  indikasi bahwa daya dukung hutan terhadap kehidupan manusia semakin  berkurang. <a href="http://beritahabitat.net/2010/03/01/hutan-jawa-terancam-profauna-serukan-gerakan-penyelamatan-hutan/#more-318" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=318&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_318" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2010/03/01/hutan-jawa-terancam-profauna-serukan-gerakan-penyelamatan-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>ProFauna Menyerukan Langkah Praktis dan Politis Untuk Menyelamatkan Hutan di Jawa</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2010/02/14/profauna-menyerukan-langkah-praktis-dan-politis-untuk-menyelamatkan-hutan-di-jawa/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2010/02/14/profauna-menyerukan-langkah-praktis-dan-politis-untuk-menyelamatkan-hutan-di-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Feb 2010 14:46:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jack Rimbawan291</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Habitat Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Hutan Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Satwa Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2010/02/14/profauna-menyerukan-langkah-praktis-dan-politis-untuk-menyelamatkan-hutan-di-jawa/</guid>
		<description><![CDATA[ Kondisi hutan di Pulau Jawa semakin memprihatinkan dan mengancam kehidupan masyarakat dan kelestarian satwa endemic Jawa. Berdasarkan data laju deforestasi yang dikeluarkan oleh departemen kehutanan periode 2003-2006, diketahui bahwa laju deforestasi terbesar terjadi di sumatera yaitu sebesar 268 000 Ha/tahun atau 22,8% dari total angka deforestasi rata-rata di Indonesia sebesar 1,17 juta Ha/th, hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Kondisi hutan di Pulau Jawa semakin memprihatinkan dan mengancam kehidupan masyarakat dan kelestarian satwa endemic Jawa. Berdasarkan data laju deforestasi yang dikeluarkan oleh departemen kehutanan periode 2003-2006, diketahui bahwa laju deforestasi terbesar terjadi di sumatera yaitu sebesar 268 000 Ha/tahun atau 22,8% dari total angka deforestasi rata-rata di Indonesia sebesar 1,17 juta Ha/th, hal ini diikuti dengan Pulau Kalimantan sebesar 239 ribu Ha/th (20,4%), Pulau Sulawesi sebesar 114,7 ribu ha/th (9,8 %), dan Pulau Jawa sebesar 2,5 ribu ha/tahun atau (0,2%). <a href="http://beritahabitat.net/2010/02/14/profauna-menyerukan-langkah-praktis-dan-politis-untuk-menyelamatkan-hutan-di-jawa/#more-316" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=316&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_316" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2010/02/14/profauna-menyerukan-langkah-praktis-dan-politis-untuk-menyelamatkan-hutan-di-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pembunuh Harimau di Kebun Binatang Jambi di Vonis 3 Tahun 10 bulan Penjara</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2010/02/04/pembunuh-harimau-di-kebun-binatang-jambi-di-vonis-3-tahun-10-bulan-penjara/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2010/02/04/pembunuh-harimau-di-kebun-binatang-jambi-di-vonis-3-tahun-10-bulan-penjara/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 13:55:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jack Rimbawan291</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Satwa Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2010/02/04/pembunuh-harimau-di-kebun-binatang-jambi-di-vonis-3-tahun-10-bulan-penjara/</guid>
		<description><![CDATA[Ditulis oleh ira
JAMBI – Terdakwa Syamsudin tertunduk lesu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jambi kemarin (23/12). Menurut majelis hakim yang diketuai NJ Marbun, pembunuh harimau sumatera, Sella, itu terbukti secara sah dan meyakinkan. Karena itu, Syamsuddin divonis pidana penjara selama 3 tahun 10 bulan. Selain itu, majelis hakim mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditulis oleh ira<br />
JAMBI – Terdakwa Syamsudin tertunduk lesu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jambi kemarin (23/12). Menurut majelis hakim yang diketuai NJ Marbun, pembunuh harimau sumatera, Sella, itu terbukti secara sah dan meyakinkan. Karena itu, Syamsuddin divonis pidana penjara selama 3 tahun 10 bulan. Selain itu, majelis hakim mewajibkan terdakwa membayar denda Rp 1 juta subsider dua bulan kurungan. <a href="http://beritahabitat.net/2010/02/04/pembunuh-harimau-di-kebun-binatang-jambi-di-vonis-3-tahun-10-bulan-penjara/#more-317" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=317&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_317" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2010/02/04/pembunuh-harimau-di-kebun-binatang-jambi-di-vonis-3-tahun-10-bulan-penjara/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Tahunan 2009 ProFauna Indonesia: Perdagangan dan Penyelundupan Satwa Liar Indonesia Masih Tinggi</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2010/01/09/catatan-tahunan-2009-profauna-indonesia-perdagangan-dan-penyelundupan-satwa-liar-indonesia-masih-tinggi/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2010/01/09/catatan-tahunan-2009-profauna-indonesia-perdagangan-dan-penyelundupan-satwa-liar-indonesia-masih-tinggi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 03:15:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jack Rimbawan291</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Nasional]]></category>

		<category><![CDATA[Habitat Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Satwa Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2010/01/09/catatan-tahunan-2009-profauna-indonesia-perdagangan-dan-penyelundupan-satwa-liar-indonesia-masih-tinggi/</guid>
		<description><![CDATA[
Perdagangan dan penyelundupan satwa liar yang dilindungi di Indonesia  pada tahun 2009 masih terbilang tinggi. Survey terakhir ProFauna  Indonesia di 70 pasar burung yang dilakukan pada 2009 menemukan ada 183 ekor jenis satwa  dilindungi yang diperdagangkan. Dari 70 pasar burung/lokasi yang dikunjungi di 58 kota tersebut, tercatat ada 14  pasar burung [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://faunanews.multiply.com/photos/hi-res/1M/48"><img src="http://images.faunanews.multiply.com/image/Uy96nwPC5iD6YnMNkswXQQ/photos/1M/300x300/48/p-pr-1262762104.jpg?et=Z0U5kqaSRaHou8rx6mTtYA&amp;nmid=0" border="0" width="523" height="346" /></a><br />
Perdagangan dan penyelundupan satwa liar yang dilindungi di Indonesia  pada tahun 2009 masih terbilang tinggi. Survey terakhir ProFauna  Indonesia di 70 pasar burung yang dilakukan pada 2009 menemukan ada 183 ekor jenis satwa  dilindungi yang diperdagangkan. Dari 70 pasar burung/lokasi yang dikunjungi di 58 kota tersebut, tercatat ada 14  pasar burung yang memperdagangkan burung nuri dan kakatua, 21 pasar  memperdagangkan primata, 11 pasar memperdagangkan mamalia dan 13 pasar  memperdagangkan raptor (burung pemangsa).  <a href="http://beritahabitat.net/2010/01/09/catatan-tahunan-2009-profauna-indonesia-perdagangan-dan-penyelundupan-satwa-liar-indonesia-masih-tinggi/#more-315" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=315&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_315" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2010/01/09/catatan-tahunan-2009-profauna-indonesia-perdagangan-dan-penyelundupan-satwa-liar-indonesia-masih-tinggi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aktifis Lingkungan atau Pengusaha Perusak Hutan?</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2009/12/23/aktifis-lingkungan-atau-pengusaha-perusak-hutan/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2009/12/23/aktifis-lingkungan-atau-pengusaha-perusak-hutan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 09:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Lutfi Pratomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2009/12/23/aktifis-lingkungan-atau-pengusaha-perusak-hutan/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Lutfi Pratomo
Malang &#124; Kata siapa menjadi aktifis lingkungan tidak sama menjadi aktifis politik yang selalu berkelit. Namun, tetap saja yang namanya aktifis senangnya berkelit meski aktifis lingkungan atau aktifis lainnya. Banyak organisasi lingkungan dengan sloganisasi non profit atau non politik atau juga non sense.
Share This
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Lutfi Pratomo</p>
<p>Malang | Kata siapa menjadi aktifis lingkungan tidak sama menjadi aktifis politik yang selalu berkelit. Namun, tetap saja yang namanya aktifis senangnya berkelit meski aktifis lingkungan atau aktifis lainnya. Banyak organisasi lingkungan dengan sloganisasi non profit atau non politik atau juga <em>non sense</em>. <a href="http://beritahabitat.net/2009/12/23/aktifis-lingkungan-atau-pengusaha-perusak-hutan/#more-314" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=314&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_314" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2009/12/23/aktifis-lingkungan-atau-pengusaha-perusak-hutan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Polda Jatim Sita Puluhan Kukang dan Lutung di Ngawi</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2009/11/24/polda-jatim-sita-puluhan-kukang-dan-lutung-di-ngawi/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2009/11/24/polda-jatim-sita-puluhan-kukang-dan-lutung-di-ngawi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Nov 2009 05:09:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jack Rimbawan291</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Habitat Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Satwa Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Konservasi LH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2009/11/24/polda-jatim-sita-puluhan-kukang-dan-lutung-di-ngawi/</guid>
		<description><![CDATA[<img src="http://beritahabitat.net/wp-content/plugins/yet-another-photoblog/cache/thumb.274addf8626f007b425724e4a4fd63e3.ad831480cbcb288f929576c73c4432f8.jpeg" width="180" height="240" style="float:left;padding:0 5px 5px 0;" >Dua minggu setelah ProFauna meluncurkan laporan tentang perdagangan satwa langka di pasar-pasar burung di Jawa, Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur dengan dukungan dari ProFauna Indonesia dan Humane Society International (HSI) melakukan penyitaan puluhan satwa langka yang diperdagangkan secara ilegal di Ngawi, Jawa Timur (5/11/2009). Satwa langka yang disita tersebut adalah 21 ekor kukang (Nycticebus coucang), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<img src="http://beritahabitat.net/wp-content/plugins/yet-another-photoblog/cache/thumb.274addf8626f007b425724e4a4fd63e3.ad831480cbcb288f929576c73c4432f8.jpeg" width="180" height="240" style="float:left;padding:0 5px 5px 0;" ><p>Dua minggu setelah ProFauna meluncurkan laporan tentang perdagangan satwa langka di pasar-pasar burung di Jawa, Polisi Daerah (Polda) Jawa Timur dengan dukungan dari ProFauna Indonesia dan Humane Society International (HSI) melakukan penyitaan puluhan satwa langka yang diperdagangkan secara ilegal di Ngawi, Jawa Timur (5/11/2009). Satwa langka yang disita tersebut adalah 21 ekor kukang <em>(Nycticebus coucang)</em>, 15 ekor lutung jawa <em>(Trachypithecus auratus)</em>, 1 ekor elang laut <em>(Haliaeetus leucogaster) </em>dan 1 ekor kucing hutan <em>(Felis bengalensis)</em>. <a href="http://beritahabitat.net/2009/11/24/polda-jatim-sita-puluhan-kukang-dan-lutung-di-ngawi/#more-313" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=313&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_313" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2009/11/24/polda-jatim-sita-puluhan-kukang-dan-lutung-di-ngawi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Wildlife Trade in Bird Markets in Java is Still High</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2009/11/04/wildlife-trade-in-bird-markets-in-java-is-still-high/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2009/11/04/wildlife-trade-in-bird-markets-in-java-is-still-high/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 04:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Jack Rimbawan291</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Berita Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Habitat Kita]]></category>

		<category><![CDATA[Satwa Kita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2009/11/04/wildlife-trade-in-bird-markets-in-java-is-still-high/</guid>
		<description><![CDATA[ The illegal wildlife trade in bird markets in Java Island, Indonesia, is still high. From the latest survey conducted by ProFauna Indonesia with support by the World Animal Net (WAN) in 70 bird markets in the most developed and dense island in the country from May to July 2009.
Share This
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><font size="3" face="Times New Roman"><font size="3"><font face="Times New Roman"><img src="http://images.faunanews.multiply.com/image/hEspmI4NM3VtoptU6YfCiA/photos/1M/300x300/34/ETHEJACKORCHIDSurvey-PB-di-JawaSURVEY-REZIsePB-AmbarawaDSC07690.JPG?et=qO7nHVZKLMHH1ahXBGO%2BWg&amp;nmid=0" align="left" border="0" /></font></font></font> The illegal wildlife trade in bird markets in Java Island, Indonesia, is still high. From the latest survey conducted by ProFauna Indonesia with support by the World Animal Net (WAN) in 70 bird markets in the most developed and dense island in the country from May to July 2009.  <a href="http://beritahabitat.net/2009/11/04/wildlife-trade-in-bird-markets-in-java-is-still-high/#more-311" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=311&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_311" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2009/11/04/wildlife-trade-in-bird-markets-in-java-is-still-high/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gempa Bumi Tasikmalaya dan Padang: Refleksi Kesadaran Masyarakat Akan Bencana</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2009/11/01/gempa-bumi-tasikmalaya-dan-padang-refleksi-kesadaran-masyarakat-akan-bencana/</link>
		<comments>http://beritahabitat.net/2009/11/01/gempa-bumi-tasikmalaya-dan-padang-refleksi-kesadaran-masyarakat-akan-bencana/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Nov 2009 04:11:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://beritahabitat.net/2009/11/01/gempa-bumi-tasikmalaya-dan-padang-refleksi-kesadaran-masyarakat-akan-bencana/</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Nanang Safari*)
Indonesia dikenal sebagai negeri yang memiliki keindahan dan kekayaan alam yang melimpah, tersebar di seluruh kawasan negeri. Tetapi di sisi lain, seluruh wilayah Indonesia ini juga berada dalam sebuah wilayah yang rawan akan berbagai macam bencana. Pantas saja para ahli bencana menyebut Negeri ini sebagai “supermarket bencana”. Lantas, sejauh manakah refleksi kesadaran masyarakat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Nanang Safari*)</p>
<p>Indonesia dikenal sebagai negeri yang memiliki keindahan dan kekayaan alam yang melimpah, tersebar di seluruh kawasan negeri. Tetapi di sisi lain, seluruh wilayah Indonesia ini juga berada dalam sebuah wilayah yang rawan akan berbagai macam bencana. Pantas saja para ahli bencana menyebut Negeri ini sebagai “<em>supermarket</em> bencana”. Lantas, sejauh manakah refleksi kesadaran masyarakat kita akan bencana? <a href="http://beritahabitat.net/2009/11/01/gempa-bumi-tasikmalaya-dan-padang-refleksi-kesadaran-masyarakat-akan-bencana/#more-312" class="more-link">(more&#8230;)</a></p>
<p class="akst_link"><a href="http://beritahabitat.net/?p=312&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_312" class="akst_share_link" rel="nofollow">Share This</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://beritahabitat.net/2009/11/01/gempa-bumi-tasikmalaya-dan-padang-refleksi-kesadaran-masyarakat-akan-bencana/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
