Mencermati bencana alam yang terus mengancam kehidupan umat manusia di muka bumi, khususnya di Indonesia sebagian dari kita menyimpulkan bahwa bencana disebabkan ulah manusia sendiri. (more…)
Arsip Kategori ‘Opini’
Diare dan Sanitasi, Lebih dari Sekadar Membangun Septic Tank
Di Indonesia, 50 dari 1.000 bayi meninggal sebelum menginjak usia lima tahun. Berbagai macam penyakit muncul sebagai penyebab. Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) menduduki peringkat pertama. Sementara di posisi kedua adalah diare. Dari data tahunan, tingkat kematian balita akibat diare mencapai 100.000 jiwa per-tahun. Per hari? 273 balita! Per jam? 11 nyawa balita! Di dunia, diare adalah pembunuh balita tertinggi.
(more…)
Marginalisasi terhadap Feminitas Alam
Istilah ‘pembangunan’ (development) sepanjang sejarah mendapat tempat terhormat di negara maju dan menyebar ke negara-negara berkembang sejak akhir Perang Dunia II. Negara-negara industri maju mendewakannya bak obat mujarab yang mampu menjawab persoalan utama umat manusia: kemiskinan. (more…)
Adelin Lis dan Perubahan Iklim
Putusan bebas terhadap terdakwa kasus pembalakan liar, Adelin Lis mengagetkan kita semua. Menteri Kahutanan MS Kaban mengatakan, vonis bebas dalam kasus pembalakan liar, seperti yang dijatuhkan Pengadilan Negeri (PN) Medan bukan hal baru (Kompas, 7/11/2007). (more…)
Komunikasi Visual sebagai Advokasi Lingkungan Hidup
Tentunya kita bangga ketika senator Al-Gore mendapat penghargaan sebagai film documenter terbaik International. Selain itu, Inconvenient Truth telah menempatkan film dokumenter sebagai satu genre film yang memiliki kekuatan besar untuk membawa tema-tema penting perubahan sosial yang mampu menjangkau khalayak yang luas. (more…)
UNFCCC-COP 13: Ketimpangan Sosial Ekonomi Global
*) Pandangan Politik Sarekat Hijau Indonesia tentang UNFCCC**
Bali, 10 Desember 2007
Kami memandang bahwa krisis energi global adalah persoalan ekonomi politik yang merupakan soal penguasaan akses ekonomi, alokasi sumber ekonomi, dan distribusi manfaat atas sumber-sumber ekonomi. Ini adalah soal siapa yang memperoleh manfaat (keuntungan), siapa yang menanggung biaya eksternalitas, diantaranya adalah biaya kerusakan/pencemaran lingkungan. Krisis lingkungan global adalah soal tatanan sosial-ekonomi yang tidak adil. (more…)
COP 13 Bali Disinyalir Mengubah Protokol Kyoto
Ketua Jaringan Friends of The Earth Internasional (Fofi) Meenakshi Raman mengungkapkan, kini muncul agenda terselubung Negara maju yang ingin lari dari kewajiban menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dan berupaya mewajibkan Negara-negara Berkembang mengurangi emisi. “Perkembangan konferensi makin dipertegas upaya-upaya Negara maju yang tak mau lagi bertanggungjawab penuh atas perubahan iklim,” tandasnya (more…)
Pilih mana? ‘Climate Change’ atau ‘Global Warming’?
Indonesia patut berbangga dengan dipilih menjadi tuan rumah dalam acara UN Climate Change Conference 2007 di Bali saat ini. Jika mengikuti perkembangan-perkembangan yang terjadi di acara tersebut, dalam hari pertama pelaksanaannya pun telah terjadi beberapa hal menarik seperti salah satunya adalah dengan ditandatanganinya protokol Kyoto oleh Autralia. Kabinet baru Australia yang baru berjalan beberapa hari benar-benar membuat terobosan baru, terlepas dari apakah isu ini sengaja diusung oleh kabinet saat ini untuk memenangkan pemilu. Amerika Serikat masih tetap dengan pendiriannya untuk ‘belum mau’ meratifikasi protokol kyoto, akan tetapi berkomitmen untuk membantu penelitian untuk mengembangkan teknologi sumber energi ramah lingkungan.
Jalan Baru, Jalan Pembebasan
Merah Putih Hijau Indonesiaku Indonesia Tegak Berdaulat dan Berdikari (Merah) – Lapangkan Hati dan Persudaraan Bangun Persatuan Rakyat (Putih) – Tanah, Air, Bumi Untuk Kesejahteraan dan Keberlanjutan Rumah Indonesia (Hijau)
Kami berdiri di sini di detak jantung kesadaran baru yang tumbuh dari pelajaran perjuangan hidup rakyat yang bersimbah cucuran keringat, airmata dan darah untuk menentang dan menolak tunduk terhadap dominasi negara, pasar atau korporasi maupun persekutuan keduanya yang melahirkan penindasan dan penghisapan. (more…)
Kalah Jadi Abu, Menang Jadi Arang
Sengatan matahari yang panasnya terasa mendidihkan darah, sedikit pun tidak mengusik ketenangannya dalam menapaki langkahnya yang menggemeretakkan guguran dedaunan kering-kerontang di lantai hutan yang sedang dilintasinya, sekaligus meretakkan kulit kakinya yang telanjang tanpa alas. Titik-titik merah dari dubang kapur sirih yang dia ludahkan menandai jalur perjalanannya semenjak berangkat dari Girah. (more…)





