ProFauna meluncurkan kampanye di Maluku Utara tentang perlindungan burung Nuri dan Kakatua pada tanggal 7 Agustus 2008. Kampanye ini dimaksudkan untuk mendorong Pemerintah Daerah Maluku Utara dan Departemen Kehutanan agar menghentikan penyelundupan burung Nuri dan Kakatua asal Maluku Utara ke Philipina dan Jawa. ProFauna juga mendorong agar pemerintah segera melindungi kakatua putih (Cacatua alba), jenis kakatua endemik Maluku Utara yang masih banyak diperdagangkan. (more…)
Arsip Kategori ‘Satwa Kita’
ProFauna Kampanyekan Burung Nuri dan Kakatua di Maluku Utara
Profauna Indonesia Serukan Petisi Perlindungan Nuri dan Kakatua
Dalam upaya menghentikan aktivitas penangkapan dan penyelundupan burung Nuri dan Kakatua ke Philipina, Profauna Indonesia menyerukan dan membuka petisi bersama kepada masyarakat umum. Upaya pelestarian dan keragaman hayati di Indonesia tersebut akan ditujukan kepada Menteri Kehutanan dan Kapolri. (more…)
Bisnis Satwa Liar di Medan Sumatera Utara Libatkan Oknum Pemerintah
Perdagangan satwa liar di Kota Medan, Sumatera Utara, semakin mengkhawatirkan kondisinya. Hal ini terungkap berdasarkan hasil investigsi yang dilakukan ProFauna Indonesia bekerja sama dengan IFAW (International Fund for Animal Welfare) pada tahun 2007. Setiap tahunnya sekitar 10.000 ekor satwa liar asli Sumatera ditangkap dari alam untuk diperdagangkan secara ilegal di tingkat domestik dan juga diselundupkan ke luar negeri.Our online pharmacy is the perfect resource for people to get their drugs without any hassles or awkwardness. cialis We work hard to make sure you save money every time you shop with us. levitrasoma At our online store, you pay less and get more. viagra (more…)
COP: Lindungi Orangutan Di Luar Kawasan Konservasi
Centre for Orangutan Protection (COP) mendesak Departemen Kehutanan untuk segera bertindak proaktif melindungi orangutan yang berada di luar kawasan konservasi, terutama di Kalimantan Tengah. Jika tidak, prediksi COP yang menyatakan bahwa orangutan yang berada di luar kawasan konservasi di Kalimantan Tengah akan punah dalam 3 tahun mendatang, akan menjadi kenyataan. (more…)
Ribuan Burung Paruh Bengkok Diselundupkan ke Philipina
Setiap tahunnya sekitar 10.000 ekor burung paruh bengkok (burung jenis Nuri dan Kakatua) ditangkap dari kawasan Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara, untuk diperdagangkan. Burung paruh bengkok tersebut bukan hanya diperdagangkan di tingkat domestik, namun juga diselundupkan ke Philipina. Temuan tersebut terungkap dalam laporan investigasi terbaru ProFauna Indonesia yang berjudul ‘Pirated Parrot’ yang merupakan laporan hasil investigasi ProFauna tentang perdagangan burung paruh bengkok di Sulawesi dan Halmahera Utara. (more…)
BKSDA Sumsel Takut Sita Satwa Langka Milik Pejabat
Sindo Palembang (April 2008) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pemprov Sumsel takut menyita satwa liar yang dilindungi Undang-undang milik para pejabat. Kasi Urusan Perlindungan Hutan BKSDA Pemprov Sumsel Edy Sofyan menyatakan, sesuai Undang-undang (UU) diterangkan setiap orang dilarang memelihara satwa liar yang dilindungi. Jika ditemukan maka yang bersangkutan harus mengembalikan hewan tersebut ke habitatnya. (more…)
Kakatua Putih Harus Dilindungi
TERNATE – Maraknya perdagangan Burung Kakatua Putih (Cacatua alba) mengancam kelestarian burung endemik Provinsi Maluku Utara itu. Sejak tahun 2002, sedikitnya 3.300 ekor Kakatua Putih yang ditangkap dari habitan liarnya di Pulau Halmahera untuk diperdagangkan. Kakatua Putih diperdagangkan di sejumlah pasar burung di Jakarta, Surabaya, dan Filipina. (more…)
Hentikan Kekerasan Terhadap Satwa Pada Tayangan Televisi
Sekarang ini, sedang marak tayangan yang menyuguhkan adegan dengan satwa liar. Awalnya berkembang dari petualang-petualangan yang memperlihatkan keanekaragaman hayati. Sayangnya sekarang, seperti akan dimunculkan ’trend’ eksploitasi satwa liar yang salah. Banyak tayangan yang menunjukkan ’ kekerasan ’ pada satwa liar dengan menampilkan adegan perburuan, pengulitan, pemotongan bagian-bagian satwa, bahkan acara memakan daging satwa itu sendiri. (more…)
PROFAUNA Menyerukan Penyidikan Atas Hilangnya Gading Gajah dan Kulit Harimau Sitaan di Bengkulu
Gading gajah dan kulit harimau hasil penyitaan selama tahun 2002-2007
yang disimpan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu
diduga raib. Diduga kuat barang bukti yang bernilai ratusan juta rupiah
tersebut telah dijual oleh pihak-pihak tertentu. Sepasang gading gajah di
pasar gelap dijual seharga Rp 300 juta. (more…)
ProFauna Serukan Penghentian Penangkapan Monyet Ekor Panjang dari Alam
Pemantuan ProFauna Indonesia dalam 3 tahun terakhir menunjukkan terjadinya peningkatan jumlah kuota tangkap monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) dari alam di wilayah Indonesia. Kuota tangkap monyet ekor panjang dari alam tahun 2006 adalah 2.000 ekor, tahun 2007 meningkat menjadi 4.100 ekor dan untuk tahun 2008 diusulkan naik lagi menjadi 5.100 ekor. Monyet tangkapan dari alam tersebut digunakan untuk pengganti induk tangkar, penelitian dan biomedis. (more…)





