•  1 March 2010 Hutan Jawa Terancam: ProFauna Serukan Gerakan Penyelamatan Hutan   ::  
  •  14 February 2010 ProFauna Menyerukan Langkah Praktis dan Politis Untuk Menyelamatkan Hutan di Jawa   ::  
  •  4 February 2010 Pembunuh Harimau di Kebun Binatang Jambi di Vonis 3 Tahun 10 bulan Penjara   ::  
  •  9 January 2010 Catatan Tahunan 2009 ProFauna Indonesia: Perdagangan dan Penyelundupan Satwa Liar Indonesia Masih Tinggi   ::  
  •  23 December 2009 Aktifis Lingkungan atau Pengusaha Perusak Hutan?   ::  
  • Kondisi Buruk: Orangutan di Kebun Binatang Indonesia    Print This Post   Email This Post

    May 28th, 2009 | Oleh Redaksi
    Kondisi Buruk: Orangutan di Kebun Binatang Indonesia

    Dari sebuah riset yang dilakukan Centre for Orangutan Protection (COP),  terungkap bahwa hampir seluruh orangutan yang berada di kebun binatang di Indonesia saat ini berada dalam kondisi buruk. Karena itulah, COP mendesak Departemen Kehutanan untuk serius mengawasi pemeliharaan orangutan di kebun binatang.

    Menurut Seto Hari Wibowo, Captivity Campaign Manager COP, para pengelola cenderung mengabaikan prinsip-prinsip kesejahteraan binatang (animal welfare) yang disepakati oleh berbagai asosiasi kebun binatang seperti World Association of Zoos and Aquariums (WAZA) dan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI). Prinsip-prinsip tersebut antara lain adalah, bebas dari rasa lapar dan haus, bebas dari ketidaknyamanan secara fisik, bebas dari luka, sakit dan penyakit, bebas mengekspresikan perilaku secara normal, dan bebas dari stress dan tekanan.

    Dalam riset tersebut, COP telah melakukan penilaian pada 28 orangutan di kebun binatang Surabaya, Solo, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Penilaian dilakukan hanya pada orangutan yang dipamerkan, tidak termasuk orangutan yang disembunyikan, dipakai untuk pertunjukan, atau dalam masa karantina. Untuk menilai setiap individu orangutan, COP menghabiskan 30.000 detik.

    Pada umumnya, kebun binatang di Indonesia masih menggunakan kandang berjeruji untuk memamerkan orangutannya kepada pengunjung. Beberapa kebun binatang telah meninggalkan gaya kandang berjeruji dan menggantikannya dengan kurungan terbuka mirip pulau (enclosure). Hampir seluruh orangutan yang dikurung dalam kandang berjeruji, kondisinya lebih buruk dibandingkan yang ditempatkan di enclosure. Mereka tidak mendapatkan akses air untuk diminum, minim interaksi sosial dengan orangutan lainnya dan kandang kosong tanpa fasilitas bermain.

    “Mudah untuk mengenali gejala stress pada orangutan karena mirip dengan manusia. COP mendokumentasikan berbagai gejala stress dan gila seperti membenturkan tubuh, memuntahkan makanan dan memakannya kembali, menjilati puting susunya sendiri, minum air kencing serta menghabiskan waktu dengan tidur dan duduk bengong tanpa ekspresi,” kata Drh. Luki Wardhani, Captivity Researcher COP. Menurutnya, hal ini seringkali disebabkan oleh buruknya kualitas hidup orangutan tersebut.

    “Kebun binatang sebagai lembaga konservasi ex situ sudah seharusnya memperlakukan koleksi satwa sebagai spesimen hidup yang bernilai, bukan memperlakukannya seperti sekarang ini. Kebun binatang cenderung mengeksploitasi orangutan untuk hiburan dan lelucon bagi pengunjung.,” kata Seto. [pr!]

    Photo © orangutanprotection.com

    Leave a Reply

     

    One Response to “Kondisi Buruk: Orangutan di Kebun Binatang Indonesia”

    1. justq Says:

      seharusnya memang tdk dikurung ya

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 540 members
      • 306 guests
      • Last Update On
        9 March, 2010
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      Lingkar Association
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET
      Yayasan Hijau

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
      ...
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    • advertisement
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It