Sekilas Tentang Children Voices on The Indonesian Environment
Matoa Albarits berhasil melaksanakan kegiatan Children Voices on The Indonesian Environment : Messages To The Leaders sekaligus “Peluncuran Enviro-game Sarang Lebah” di Atrium Senayan City, Jum’at 15 Agustus 2008 lalu atas dukungan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Senayan City.
Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Ir. Rachmat Witoelar, pada kesempatan tersebut mengungkapkan kebahagiaannya atas kepedulian anak-anak akan kelestarian lingkungan hidup.
“Bapak mengucapkan terima kasih. Kalian sangat peduli dengan lingkungan hidup dan bapak yakin, tidak hanya bapak yang akan menjalani instruksi kalian, tapi juga bapak Presiden,” ujarnya.
Menurut Rachmat Witoelar, suara anak-anak adalah suara kejujuran dan keikhlasan melihat apa yang terjadi.
“Saya harap pesan dan suara anak-anak Indonesia menjadi bahan perenungan dan batu pijakan bagi para pemimpin untuk selalu memihak pada kelestarian lingkungan,” katanya.
Salah satu anak yang menulis surat, Carina Rahadian dari SDIT Al Kautsar, Bekasi. Dia mengungkap, lingkungan Jakarta masih kotor dan tidak sehat. Banyaknya orang yang membuang sampah sembarang dan asap kendaraan menjadi penyebab rusaknya lingkungan Jakarta.
Dalam suratnya, Carina menaruh harapan besar kepada pemimpin Negara. “Carina pesan, pak Menteri menanam pohon yang banyak. Agar polusi di Jakarta berkurang. Pak menteri harus buat Jakarta jadi sehat,” ujarnya.
Siswa lainnya, Nur Annisa menyampaikan kekhawatiran mengenai kebakaran hutan. Menurutnya, pembukaan ladang pertanian di lahan hutan dapat menyebabkan kebakaran.
“Apalagi kalau musin kemarau. Yang merasakan dampak buruknya tidak hanya Indonesia, tapi juga negara tetangga,” ujar Annisa.
Dia berharap, pemimpin negeri bisa melakukan pendekatan dan instruksi kepada para petani untuk menanam kembali pohon, menjaga keseimbangan hutan dan tidak hanya berpikir untuk kepentingan sendiri.
Dipandu oleh MC Paman Gery dari FeMale Radio, acara berlangsung dengan meriah, di mana ditunjukkan dengan kemeriahan anak-anak dalam memainkan ‘Enviro-game Sarang Lebah’ dan juga ketika berfoto bersama dengan Menteri Negara Lingkungan Hidup RI, Ir Rachmat Witoelar. Hadir pula dalam kegiatan tersebut CEO PT Manggala Gelora Perkasa, Handaka Santosa, Ibu Erna Witoelar, dan beberapa pejabat teras Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI.
Selain itu, kegiatan ini diliput oleh beberapa media massa, antara lain Kompas, Kompas.com, Republika Online, DAAI TV, Radio MS Tri FM, Tabloid Galaxi, Majalah Anak Spesial, Berita Kota, Harian Neraca, Rakyat Merdeka, Serasi, Indo Pos, Investor Daily, Tempo, dan Majalah Flona.
Enviro-game Sarang Lebah
Pada kesempatan tersebut, Matoa Albarits pun meluncurkan ‘Enviro-game Sarang Lebah, sebuah permainan alternatif bagi anak-anak yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik, serta meningkatkan kepedulian anak-anak Indonesia terhadap permasalahan lingkungan hidup Indonesia khususnya dan dunia pada umumnya.
Hadirnya permainan tersebut merupakan buah gagasan tiga orang anak muda, yaitu Siti Kholifah, Nurul Aprilia, dan Wiwid Widyastomo, yang prihatin dengan kurangnya pengetahuan anak-anak terhadap permasalahan lingkungan hidup dan kurangnya permainan anak yang mendidik.







