•  22 August 2008 ProFauna Kampanyekan Burung Nuri dan Kakatua di Maluku Utara   ::  
  •  19 August 2008 Sekilas Tentang Children Voices on The Indonesian Environment   ::  
  •  8 August 2008 Buletin Anak KEJORA   ::  
  •  6 August 2008 CHILDREN VOICES ON THE INDONESIAN ENVIRONMENT   ::  
  •  1 August 2008 Lowongan Staf Pengembangan Informasi dan Dokumentasi - HuMa   ::  
  • Bapedalda Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel Tolak Amdal PT. Mantimin Coal Mining    Print This Post   Email This Post

    June 19th, 2008 | Oleh Redaksi

    Badan Pengelola Dampak Lingkungan (Bapedalda) Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan menolak melanjutkan proses penyusunan Amdal PT. Mantimin Coal Mining (MCM). Langkah berani ini, menurut Siti Maemunah, Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), patut didukung mengingat selama perilaku pemerintah selalu mengecewakan publik.

    Bapedalda Hulu Sungai Tengah mengkhawatirkan kawasan Pegunungan Meratus terganggu jika tambang diteruskan. Kawasan tersebut adalah hutan tropis yang masih tersisa di Kalimantan Selatan. Tak hanya kaya keragaman hayati, kawasan itu juga “rumah terakhir” dari sedikitnya 115 kelompok masyarakat Adat Dayak Meratus. Kehidupan mereka bergantung pada keselamatan hutan Meratus yang merupakan hulu sungai-sungai utama, pemasok air dan alat transportasi kota-kota menuju hilir Kalimantan Selatan. Terhitung ada 5 sungai yang berhulu dari sana, antara lain Sungai Amandi, Sungai Barabai, Sungai Batang Alai, Sungai Sampanahan dan Sungai Balangan.

    Sikap Bapedalda Hulu Sungai Tengah yang menolak rekomendasi KA-ANDAL dan tidak melanjutkan proses Amdal ini berdasarkan keadaan akibat pertambangan di daerah lain. Bapedalda mengkhawatirkan rusaknya Sungai Hintuan, Sungai Tain, Sungai Miulang yang bermuara ke Sungai Batang Alai

    Sungai-sungai tersebut adalah pemasok air bendungan dan saluran irigasi utama pertanian di HST dan 80% warga Hulu Sungai Tengah adalah petani. Praktis, bendungan Sungai Alai adalah sarana pendukung produksi pertanian di 6 kecamatan.

    Selain itu, bendungan Sungai Batang Alai juga merupakan sumber air utama PDAM Barabai. Setidaknya dibutuhkan 180 ribu liter air per jam, yang memenuhi kebutuhan 10 ribu keluarga di enam kecamatan tersebut. Dan jika tambang diteruskan, kawasan tersebut akan dilanda krisis air. *)

    Leave a Reply

     

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 317 members
      • 158 guests
      • Last Update On
        22 August, 2008
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    •  
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It