Tahukah kita? Bahwa tanggal 21 Maret itu adalah hari yang telah dunia daulat sebagai Hari Air Sedunia. Pasalnya tanggal 21 Maret sebelum adanya kekacauan iklim dan cuaca akibat global warming biasanya merupakan hari pertama musim semi di utara – sebuah simbolisasi dari kehidupan.
Oleh sebab itu tanggal 21 Maret seharusnya layak menjadi sebuah hari yang boleh kita sakralkan. Berbekal dengan alasan tersebut, masyarakat dan LSM Bali yang tergabung dalam Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim pada konferensi PBB mengenai perubahan iklim di Bali Desember 2007 lalu, menghimbau serta mengajak kita semua untuk memberikan satu hari saja untuk bumi bernafas melalui kampanye yang bertitel: “Hari Hening Sedunia – World Silence Day – 21 Maret”.
Ide penyelenggaraan Hari Hening Sedunia ini sendiri diambil dari warisan kearifan nusantara dalam mensucikan dan memelihara bumi, air dan udara beserta isinya adalah sumberdaya bangsa dan dunia untuk menghadapi perubahan iklim. Salah satunya adalah warisan kearifan nusantara yang berasal dari Bali yaitu falsafah Trihitakarana, yag merupakan hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama manusia, manusia dengan alam yang bisa menjadi landasan pembangunan berkelanjutan; dan salah satu pelaksanaan Trihitakarana berupa Nyepi atau proses hening yang dilakukan selama 24 jam di Bali. Kurang lebih pada perayaan hari raya Nyepi tersebut pulau Bali mengurangi emisi CO2 paling sedikit 20 ribu ton dari operasional sepeda motor, mobil dan penerbangan yang berhenti beroperasi selama hari itu.
Berbekal dari keberdayaan hari raya Nyepi tersebut layaklah kiranya jika diadakan perayaan lain yang setipe yang bisa dilakukan oleh umat manusia secara global tanpa batas-batasan apapun. Sebuah ide perayaan yang sederhana, gampang, dan konkret. Dan akhirnya dipilihlah ide ini yaitu perayaan Hari Hening Sedunia ini.
Cara untuk merayakan serta andil di perayaan Hari Hening Sedunia ini tidaklah rumit. Setidaknya cukup sehari saja tepatnya 21 Maret 2008 ini mereka menghimbau agar kita mau mematikan peralatan listrik selama empat jam saja.Aksi ini setidaknya bisa diharapkan sebagai bagian dari kontribusi individu mengurangi emisi gas rumah kaca. Boleh jadi aksi ini merupakan langkah kecil sebagai langkah awal dari pencanangan Hari Hening Sedunia. Namun meskipun baru langkah kecil, setidaknya langkah konkret kita mampu memberikan sedikit nafas bagi bumi tempat kita hidup sekarang ini.
“Beri satu hari untuk bumi bernafas bersama Hari Hening Sedunia – 21 Maret” begitu harapan pemrakarsa acara ini pada kita. Seandainya ada teman-teman yang berniat memberi masukan, dukungan, kritikan, usulan, informasi, berita, atau apa saja mengenai ide ini, silahkan kirimkan ke mysilent@worldsilen tday.org.
Ohya seandainya teman-teman membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai World Silent Day dapat menghubungi: info@worldsilentday.org atau klik www.worldsilentday. org.









