•  19 August 2008 Sekilas Tentang Children Voices on The Indonesian Environment   ::  
  •  8 August 2008 Buletin Anak KEJORA   ::  
  •  6 August 2008 CHILDREN VOICES ON THE INDONESIAN ENVIRONMENT   ::  
  •  1 August 2008 Lowongan Staf Pengembangan Informasi dan Dokumentasi - HuMa   ::  
  •  31 July 2008 Pekarangan Rumah sebagai Alternatif Penangkaran Tanaman Obat Indonesia   ::  
  • Mencoba Berhemat Energi dengan Inovasi “Kompor Air”    Print This Post   Email This Post

    December 3rd, 2007 | Oleh wawicaksono
    Mencoba Berhemat Energi dengan Inovasi

    Boleh jadi penamaan “kompor air” ini tak seratus persen benar. Tapi jangan uring-uringan dulu. Penamaan “kompor air” ini juga tak seratus persen salah. Boleh jadi pemilihan nama “Kompor Air” ini 90% benar. Pasalnya dengan kompor ini, pengguna cukup memakai kombinasi antara satu sendok teh minyak tanah plus satu liter air sebagai bahan bakar maka kompor tersebut bisa menyala selama satu jam. Nah tentu saja sangat jauh lebih hemat bila bandingkan dengan performance kompor biasa yang bisa menghabiskan satu liter minyak tanah untuk waktu yang sama. Hebatnya lagi, kompor ini memiliki semburan api yang lebih kenceng.

    Sebenarnya oleh penemunya, Suparmin Sinuang Rahardja, yang merupakan jebolan alumni Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya jurusan elektro ini, kompor tersebut memiliki nama keren yaitu Brazier Water Fuel (BWF). Melalui demo yang dilakukan, Suparmin mampu membuktikan bahwa BWF atau kompor air ciptaannya tersebut mampu menyala dengan api yang sangat kuat, tidak menimbulkan asap, jelaga, bau. dan tingkat suhu yang juga tinggi (warna api agak biru dan bahkan lebih panas dibanding kompor gas.). Namun sesuai dengan namanya, tentu saja kelebihan kompor tersebut, terletak pada iritnya bahan bakar yang diperlukan. Bayangkan saja, untuk satu jam kompor menyala, hanya membutuhkan satu sendok teh minyak tanah! Untuk memasak air menggunakan panci besar hanya membutuhkan 5-10 menit. Untuk masalah keamanannya, dijamin kompor air juga minim risiko meledak.

    Rahasianya hemat dari kompor ini adalah, pada perangkat listrik yang dipasang padanya yang berfungsi sebagai alat konversi energi air dan minyak tanah, sekaligus sebagai pengatur panas pada api kompor. Daya listrik yang dipakai pun tidak besar, hanya 10 watt saja. Dengan kombinasi listrik, minyak dan air ini, BWF mampu menyala selama 24 jam penuh hanya dengan satu liter BBM saja yang ditambah sepuluh liter air. Pilihan bahan bakarnya pun tidak terbatas pada minyak tanah semata. Melainkan bisa juga diganti dengan spiritus, alkohol, atau bahan-bakar lainnya. Memang penggunaan airnya cukup boros, namun karena di bumi Indonesia ini air masih cukup melimpah-ruah, maka tidak perlu pusing, Tinggal ambil secara gratis, maka kalau dihitung-hitung biaya pengadaannya bisa dianggap nol.

    Proses penemuan kompor air ini tidaklah gampang, Sang penemu, Suparmin Sinuang Raharjo (47) pria asal Kelurahan Kalibagor itu harus mengadakan riset selama tak kurang dari 3,5 tahun. Setelah akhirnya berhasil, kendala yang dihadapi Suparmin tidak hilang begitu saja. Konon meskipun sangat potensial bagi masyarakat, ternyata penemuan ini tidak mendapat sambutan antusias dari pemerintah.

    Bisa jadi penemuan ini dianggap kontraproduktif dengan kebijakan pemerintah. Seperti kita tahu bahwa baru-baru ini, pemerintah meluncurkan program nasional untuk mengurangi ketergantungan kepada minyak tanah dengan pembagian kompor dan tabung Elpiji secara gratis. Boleh jadi penemuan ini dianggap bertentangan. Pasalnya setelah repot-repot mencanangkan program pengalihan ketergantungan dari minyak tanah ke Elpiji, masak sekarang harus mendukung kemunculan local genius seperti BWF ini yang notabene menganjurkan pemakaian minyak tanah kembali, meskipun jauh sangat hemat.

    Alhasil sampai sekarang pun Suparmin masih belum berhasil menemukan investor yang tertarik. Namun berbeda dengan pemerintah, konon baru-baru ini Suparmin banyak didatangi sejumlah pelaku industri luar-negeri yang berminat membeli paten untuk kompor tersebut hingga senilai 1 milyar rupiah!

    Wah… sayang dong, kalau inovasi putra bangsa ini akhirnya jadi milik luar negeri. Nah kalau Anda kebetulan seorang pemodal besar dan masih memiliki nasionalisme untuk mengembangkannya di Indonesia Anda bisa menjalin kerjasama dengan sistem kontrak produksi. Segera saja hubungi Lulu (L.O. dari deperindag Banyumas) di nomor 081548813525.

    Sumber foto: http://kangbayu.multiply.com/

    Leave a Reply

     

    14 Responses to “Mencoba Berhemat Energi dengan Inovasi “Kompor Air””

    1. Yudi Herdiana Says:

      Ini terobosan yang luar biasa, walaupun jadi agak bertentangan dengan program pemerintah. Ironis juga ya..klo sampai teknologinya dipatentkan negara lain..apalagi malaysia..(upss…no offence). Mudah2an ada investor lokal yg tertaik. Mengenai program pengalihan ke BBG…fakta di lapangan masih sedikit masyarakat yang benar2 beralih ke BBG…jadi teknologi ini dari sudut pandang pengembangan industri ‘hijau’ bisa membantu program besar pemerintah. Penghematan energi.

    2. Ano Smalls Says:

      Bravo atas penemuannya. Tp sayang kalah cepat dengan kebijakan pemrth. Sabar mas. Tapi sy berharap jaga produk hrs made in INDONESIA. soalnya ibu pertiwi mash bersedih hati. Sy doain pemrth tdk gengsi utk kebaikan.

    3. warih marta Says:

      Minta informasi, apakah kompor tersebut dapat dipesan / dibeli ?

      Trim’s

    4. Mubtadi Jasim Iman Says:

      Ass Wr Wb. Two thumb up for this invention. May Allah give you Reward as inventor. How about Indonesion Government. Do you not interesting to make factory to this WATER STOVE MIXING ?. Wss Wr Wb.

    5. sam s Says:

      Mas itu namanya sama dengan bunuh bangsa sendiri…saya salut sama perjuangan & risetnya ..tapi klo ujung ujungnya duit…sampeyan ga ada bedanya sama kapitalis..jaman biyen dijajah jepang karo londo..jaman saiki dijajah uwong ora jowo …sorry

    6. pri Says:

      pemerintah goblok amat kalo gak mau ndukung hasil karya anak bangsa sendiri padahal kan bisa meringankan rakyatnya klo bisa di produksi masal,,,bisa2 rakyat cuma butuh 10 liter tiap bulannya klo pakai kompor itu,,,, mas klo pemerintah g mau ndukung yar aja cari investor tp pabriknya minta di bangun di indo jadi gak perlu impor nantinya,,, lagian klo ama investor royalti hak paten pasti terbayar bener dari pada di urus pemerintah nanti malah g dapet royalti hak patenn;)) biasa pemerintah tukang ngadalii,,tp di kritik g mauu ,,,wekkkss

    7. kun sunaryadi Says:

      saya sungguh sangat prihatin dengan pemerintahaan bangsa ini, rakyat menderita saya yakin adalah ulah permainan orang2 diatas, mereka kesulitan minyak tanah, eh sekarang malah diganti gas, padahal akhirnya gas pun diborong sama industri, konyol sekali.
      Gimana kalo kita gak usah pedulikan pemerintah, bersama-sama dengan modal bersama kita kembangkan penemuan hebat ini.
      Ingat, Jerman dan Australia sudah pengen membeli hak paten produk ini. ,, ini menandakan bahwa penemuan ini bukan sembarangan. Daripada diambil orang asing, lebih baik kita manfaatkan sendiri. Baru nanti kita jual/ekspor keluar negeri.
      Makanya sekarang kita urunan bersama-sama untuk mendukung pengembangan temuan ini, toh hasilnya buat kita, masyarakat tingkat bawah…… semoga berhasil kalo mau usaha…. Amin
      Wassallam

    8. Ign Drijarkoroseno Says:

      Saya salut dan berbangga. Jangan dipatent ke bangsa asing, uang bukan segala-galanya. Mendingan njenengan patentkan di indonesia kemudian pinjam bank, produksi sendiri, jadi boss sendiri.
      ngomong-ngomong saya juga mau beli kompor air tsb, dari pada kompor gas+tabung+gasnya harganya +/-Rp 300.000,- kemudian perbulan masih Rp???.
      Harapan saya qualitas harus dijamin. Semoga sukses
      Trimakasih

    9. irvan Says:

      Hebat Hebat … saya salut kepada orang orang yang kreative.. tp kenapa ya ko pemerinta nga ngeh sih saya karya anak bangsa yg seperti ini..
      BTW saya mau dong order kompor tersebut kontak ke siapa ya kalau bisa no hp yang bisa di hubungi..
      di tunggu nih (081586612270)

    10. sam Says:

      br yg nemu ni kompor, majukan terus n usaha u, klo dibawa keluar negeri jangan sampe. klo da penawaran dari LN terima aja asal diproduksinya di Indonesia sambil bisa bt lap kerja, n harus pke nama indonesia, n jangan lupa mending lewat royalti , bukannya beli jadi kamu gak nyese, dan yang terakhir cantumin nomor kmu, email, ato apa yang bisa dihubungi, klo lu susah dihubungi bagaimana kompor lu mo menyebar,

    11. dexa Says:

      sy baru baca artikel anda, selamat atas penemuannya.. saya ada minat untuk order produk anda. mohon di info kan no anda ke alamat email saya, atau 085258257388. trims. dexa

    12. Eka Says:

      halo mas,Salam kenal……
      Saya sangat bangga dgn anda yg telah berhasil menemukan tekhnologi ini yg menurut saya dpt membantu mengatasi krisis energi di negara kita,terlebih membantu rakyat kecil. dan insyaallah dalam waktu dekat ini saya siap menjadi investor u/ penemuan anda,tapi semua berpulang kepada tujuan anda.
      regards,
      Eka

    13. Tonny Hermawan Says:

      Selamat Atas Usaha Keras Bp.Suparmin Sinuang Raharja ( Menurut saya,Beliau adalah ” Salah Seorang Putra Terbaik Bangsa Indonesia ” yang Sangat Perlu di Contoh serta diDukung.
      Mohon kiranya saya bisa mendapatkan Penjelasan Lebih Terperinci.tks

    14. eko Says:

      saya bisa beli kompor, degan harga berapa. untuk partai besar berapa.

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 316 members
      • 157 guests
      • Last Update On
        20 August, 2008
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    •  
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It