•  28 November 2008 Banjir Masih Mengancam Sumatera   ::  
  •  27 November 2008 Lowongan di Yayasan Jambata   ::  
  •  20 November 2008 Tiang Gantungan di Kebun Sawit   ::  
  •  17 November 2008 Workshop, Lomba dan Pameran Foto Keadilan Untuk Iklim   ::  
  •  17 November 2008 Kelapa Sawit Ancam Keanekaragaman Hayati Indonesia   ::  
  • Pantulan    Print This Post   Email This Post

    September 17th, 2007 | Oleh Fully Cheers

    Dalam minggu minggu ini, kota saya Jogjakarta yg berhati nyaman, mengalami 2 cuaca yang rada ekstrim berkebalikan. Kalo siang, puanassss banget.. tapi kalo mulai sore sampai matahari muncul lagi duingiiiiin banget

    Kalo malem sih enak,saya bisa tidur dengan nyenyak, pake selimut, jadi nyamuk nyamuk kelaparan nggak bisa gigit saya…

    Yang jadi masalah adalah siang hari, panasnya nggak karu karuan.Kata temen saya “Mataharinya lagi mega diskon nih,bagi bagi sinarnya dengan riang gembira, semua dikasih…”

    Orang orang yg asli jogja dan sudah rada berumur bilang gini
    “Dulu tuh Jogja nggak kaya gini lho…”
    “Trus kayak gimana???” tanya saya
    “Dulu kalo pas siang panasnya nggak sepanas ini, dulu tuh adem,nggak kaya sekarang… panas, kering. Pokoknya wagu lah, ra penak kata orang Jawa…

    Pertanyaannya, “Kok bisa ya lingkungan berubah sedemikian rupa?”

    Tebakan saya mesti banyak jawaban bentuknya kaya gini: “Efek rumah kaca… Lapisan ozone semakin menipis karena banyak gas CO2 yang dilepaskan, dst, dst…”
    Dan sekian banyak jawaban teknis yang mungkin membingungkan banyak pihak, termasuk saya…

    Ada satu penjelasan yang mungkin selama ini belum pernah atau jarang didengar orang, tapi buat saya cukup masuk akal…
    Penjelasan ini saya dapat dari seorang teman yg mendalami Yoga.

    Dia bilang gini…
    “Kondisi alam kita yang kacau balau ini adalah cerminan dari manusia yang mendiaminya”
    Keadaan alam yang nggak normal mencerminkan bahwa sebagian besar manusianya nggak normal juga…Kita tiap hari bisa taat beribadat, sembahyang, ikut aturan aturan teknis agama kita… Tapi begitu kita ketemu maling, langsung hilang semua yang diajarkan agama kita untuk sabar, dan selalu punya maaf… Yang ada adalah pikira untuk menghabisi sang maling.

    Ini adalah anomali. Jadi jangan heran kalo alam kita meresponnya dengan keanomaliannya juga…

    Setuju? Nggak setuju?

    Bebas bebas aja sih. Kalo saya sih setuju dengan pendapat ini. Kalo mau alam lingkungan kita ramah sama kita, kita juga harus ramah terhadap lingkungan. Percuma kita mencoba mengubah anomali lingkungan kalo kita tidak memperbaiki diri sendiri yg juga menderita anomali… Semuanya mulai dari kita sendiri

    Saya jadi teringat dengan lagunya Michael Jackson yg judulnya “Man in the mirror“. Si Michael ini memberi himbauan pada kita kita.

    Dia bilang :”If you want to make the world a better place, take a look at yourself and make the change“.

    Yang kira-kira artinya begini, “Kalo anda anda semua mau menjadikan dunia ini tempat yg lebih enak untuk ditinggali, lihat ke dirimu sendiri, dan mulailah perubahan itu dari dalam dirimu….”

    Siip! Jadi mulailah berubah… ke yang lebih baik tentunya.

    Leave a Reply

     

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 365 members
      • 211 guests
      • Last Update On
        9 December, 2008
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      Lingkar Association
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET
      Yayasan Hijau

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
      ...
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    • advertisement
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It