•  19 August 2008 Sekilas Tentang Children Voices on The Indonesian Environment   ::  
  •  8 August 2008 Buletin Anak KEJORA   ::  
  •  6 August 2008 CHILDREN VOICES ON THE INDONESIAN ENVIRONMENT   ::  
  •  1 August 2008 Lowongan Staf Pengembangan Informasi dan Dokumentasi - HuMa   ::  
  •  31 July 2008 Pekarangan Rumah sebagai Alternatif Penangkaran Tanaman Obat Indonesia   ::  
  • Budaya Lokal Indonesia Menjaga Alam    Print This Post   Email This Post

    August 26th, 2007 | Oleh Lutfi Pratomo

    Sebenarnya bangsa Indonesia dengan beragam budaya sudah membuat peraturan-peraturan adat tentang kelestarian alam dan hutannya. Pola hidup selaras dengan alam sudah dipraktikkan sejak dulu. Alam dan satwa liar bagi mereka merupakan makrokosmos yang menguasai kehidupan manusia.

    Kehidupan yang saling bergantungan, mata pencarian disandarkan pada hasil alam, baik hutan, laut maupun tanah atau hewan yang pantas dan layak untuk mereka. Dalam kondisi ini, mereka beruha untuk menjaga dan merawat lingkungan hidup beserta isinya secara intensif. Meminjam istilah petuah masyarakat Ammetea, Suku Kajang Sulawesi Selatan : Jika tanaman menjadi, ikan bersibak, air tuak menetes, dan kayu bersemi, air mengalir terus, maka engkau menjadi karaeng terus menerus.

    Berikut ini akan ditampilkan beberapa contoh tradisi lokal yang sudah berabad lamanya telah dijalankan oleh nenek moyang kita dan yang hingga kini berusaha dipertahankan dengan segala kesahajaannya;

    Sistim Sasi di Kawasan Maluku dan Irian Jaya

    Sistem Sasi adalah sistim asli masyarakat dalam mengelola sumber daya kelautan (meski sebagian sasi juga mencakup sumber daya di daratan), sistim ini diatur oleh hukum adat yang sungguh-sungguh hidup di dalam masyarakat dan mengatur pola serta musim penangkapan ikan di wilayah adatnya, untuk beberapa waktu maasyarakat tidak menangkap ikan di saat ketentuan sasi berlaku, dan ketika sasi dibuka. Masyarakat secara beramai-ramai membanjiri muara sungai untuk menangkap ikan jenis Lompa (trisina baelama) yang dilarang dalam masa sasi. Ketentuan hukum adat memuat tentang sasi memuat tiga hal pokok menarik.

    Pertama
    , Sasi memuat unsur larangan memanfaatkan sumber daya alam dalam jangka waktu tertentu untuk memberi kesempatan kepada flora dan fauna tertentu memperbahurui dirinya dan berkembang biak, memelihara mutu dan memperbanyak populasi sumber daya alam tersebut.

    Kedua
    , ketentuan sasi tidak hanya mencakup lingkungan, tetapi juga lingkungan sosial dan buatan manusia, sehingga lahir Sasi dalam negeri yang melarang perempuan memanjat pohon kecuali dengan pakaian pantas, ketentuan dalam sasi kali yang melarang orang mencuci piring kotor atau pakaian dan sebagainya di kali atau sungai.

    Ketiga : Ketentuan hukum sasi ini ditentukan oleh masyarakat sendiri dari bawah atas prakarsa masyarakat sendiri. Pengawasan atas pelaksanaannya pun di selenggarakan oleh masyarakat pula melalui polisi adat. Dalam sistim sasi terlihat jelas kearifan masyarakat adat dan kemampuannya dalam pengelolaan sumber daya alam, tak ada yang memberikan penyuluhan atau latihan tentang konservasi lingkungan. Tetapi pengamatan common sense dan kecintaan masyarakat adat terhadap lingkungan alamnya sudah mendorong lahirnya hukum adat sasi ini.

    Sistim Perladangan Gilir Balik Suku Dayak Bantian

    Suku Dayak Bantian di Kalimantan Timur mengusahakan hutan semata-mata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari (sub-sistim), mereka tidak hanya menanam padi, jika persediaan masih mencukupi. Sebagai gantinya mereka menanam sayur-sayuran, rotan dan buah-buahan. Di mata Suku Dayak Bantian hutan adalah bagian dari kehidupan mereka. Dalam adat mereka dikenal adanya kawasan-kawasan hutan yang tidak boleh dirusak tetapi hanya boleh diambil hasilnya. Mereka tidak mengenal penimbunan makanan. Buah-buahan yang melimpah ruah di hutan yang tidak termakan oleh Suku Dayak dibiarkan di hutan agar di makan oleh bianatang atau satwa liar. Barang siapa yang melanggar aturan adat ini akan mendapatkan hukuman perladangan gilir balik adalah suatu perladangan yang mengandalkan kesuburan alam. Dalam sebuah areal mereka biasanya hanya menanam sampai tahun kedua, setelah mencari lahan baru.

    Pikukuh Masyarakat Baduy

    Pikukuh masyarakat Baduy merupakan aturan yang harus ditaati oleh warganya. Pikukuh ini harus ditaati juga oleh pengunjung. Pikukuh yang menyangkut lingkungan hidup tersebut meliputi:

    1. Mengubah bentuk jalan air, misalnya membuat kolam sawah irigrasi.
    2. Mengubah bentuk tanah, misalnya menggali, meratakan tanah untuk keperluan pembuatan pondasi rumah dan sebagainya.
    3. Masuk hutan larangan, menebang pohon atau mengambil hasil hutan larangan
    4. Menggunakan alat-alat pertanian (mesin modern), mengubah atau menghindari daur dan jadwal tanam
    5. Memelihara binatang kaki empat
    6. Menggunakan teknologi kimia seperti pupuk organik dan pupuk buatan, racun pembrantas hama atau penyakit tanaman
    7. Menubai ikan di sungai, mandi memakan sabub, gosok gigi dengan pesta, membuang kotoran di sembarang tempat dan lain sebagainya.

    D. Masyarakat Kampong Naga yang tinggal di daerah perbukitan hulu
    sungai Ciwulan. Mereka memegang teguh adat Karuhan yang salah satunya tidak boleh menjamah hutan biuk seluas 1,5 hektar dan hutan keramat seluas 2 hektar, kedua hutan sangat dikeramatkan. Penduduk naga percaya bahwa jika melanggar adat Karuhan, hidupnya tidak bakal selamat, mereka membiarkan pohon tumbang di hutan hingga membusuk atau juga melihat binatang dengan tidak menangkapnya, aturan dalam adapt masyarakat Kampong Naga secara implisit dimaksudkan untuk melestarikan hutan serta isinya.

    Sebenarnya masih banyak pola-pola perilaku tradisional yang selaras dengan alam yang notabene merupakan diffen komunitas kultur mereka, seperti pengelolaan hutan Rimbo Tumedak dan awig-awig pada masyarakat dusun keluru kabupaten Kerinci Sumatera Barat juga konsep Sabuk gunung pada masyarakat Jawa serta kekayaan ramah tradisi yang terhitung jumlahnya di negeri ini.

    Demikian beberapa contoh kearifan tradisional budaya kita yang hetereogen bahwa pengelolaan alam dan isinya sudah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak dulu, sekarang tinggal kita pewaris amanah tersebut.
    Beberapa tulisan diatas hanya sebagian saja untuk bahan reflektif untuk kita semua di tengah gencar-gencarnya pemanasan global, pemburuan satwa liar dan deforestasi hutan Kalimantan dan Sumatera. Siapa pun kita, berlatar belakang beda, ekonomi beda, budaya beda, agama beda, organisasi beda. Kita diwajibkan untuk melindungi alam dan melestarikan alam dari mereka-mereka yang mementingkan kepuasan sementara.

    Selama ini orang berpikir hanya tugas para konservasionis dan NGO-NGO semata. Kini saatnya kita mengubah paradigma tersebut demi berjalannya kehidupan ekosistem dengan seimbang di bumi termasuk Anda?

    (dari berbagai sumber)

    Leave a Reply

     

    4 Responses to “Budaya Lokal Indonesia Menjaga Alam”

    1. begundalskecil Says:

      tapi ketika orientasi terhadap uang sudah mulai tumbuh, masyarakat dan alam sedang mengalami proses perubahan lagi, sebuah proses perubahan yang dimulai sejak mereka (masyarakat adat) membuka diri pada peradaban luar. yang semakin hari kehilangan kontrol atas sistem yang sudah mapan tsb. dan kerusakan pun dimulai lagi.

      jelas jika cuma memperhatikan aspek di atas tanpa memperhatikan permasalahan sekunder yang menopang terjadinya hal tsb, perguliran waktu atas kerusakan lingkungan yang terjadi sekarang tidak semudah itu bisa di lakukan.

    2. LoenBun Says:

      […] no responses Budaya Lokal Indonesia Menjaga Alam […]

    3. heri Says:

      HARUSLAH BUDAYA LOKAL DI KEMBANGKAN DAN DILESTARIKAN

    4. mabruri tanjung Says:

      hidup masyarakat adat !!!!!!!

      save our coral and fisheries resourches

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 316 members
      • 157 guests
      • Last Update On
        20 August, 2008
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    •  
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It