<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Hancurnya Bumi: Ujung Global Warming</title>
	<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/</link>
	<description>Portal Lingkungan Hidup Kita</description>
	<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 17:13:57 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>

	<item>
		<title>By: musa</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-45</link>
		<author>musa</author>
		<pubDate>Tue, 14 Aug 2007 08:30:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-45</guid>
					<description>Penjara kapitalisme global atau kerangkeng kapitalisme!!! Bagaimana kita keluar dari semua itu? Kalau kerangkeng atau penjara sistem politik internasional biasanya masyarakat dunia keluar lewat pintu "perang" (dunia). Saya tidak tahu pintu keluar dari global warming ini? apakah kiamat! Entahlah... Problem sistem kapitalisme dunia ini berusaha di pecahkan oleh banyak ilmuwan, agamwan, filsuf, dll. saya kira tak perlu diungkapkan terus-terusan pencerahan dari mereka agar kita sadar. kawan kita, lutfi pun salah satu agen spencerahan yang peduli terhadap bumi kita. Semuanya hanya tawaf (keliling)dalam inter-tekstualitas alias bahasa buku. ya, tergantung pada kemampuan kita. tetapi perjuangan bisa dalam bentuk apapun juga. Sedangkan dunia nyata yang kita lihat tak berubah sama sekali, justru tambah parah seperti sekarang. tapi kita harus tetap berjuang. Yang dipaparkan oleh Lutfi ini sebenarnya sudah menggorok kesadaran kita untuk berjuang memperbaiki bumi ini. Sebenarnya ada apa? Mengapa dunia tetap seperti ini? Apakah ini problem kesadaran kolektif kita yang kurang atau kita sedang dalam rangka menyelamatan diri sendiri? Lagi2, hal yang menghambat gerakan para penulis adalah politik kekuasaan yang keras ala Hobbes dan Machiavelli. Politik keras ini masih saja menghinggapi para pemain hubungan internasional yang ingin selamat. masa bodo dengan yang lain. konteks ini dibungkus dalam dokrin kepentingan nasional masing2. Makanya, buat apa negara-bangsa? konsep itu justru bukan menciptakan tatanan dunia yang adil, aman, dan asri, justru membuat orang tambah egois saja, egoisme kolektif ya dalam abentuk negara, misalnya AS yang dicontohkan oleh Lutfi dengan apik. Sempat ngobrol dengan temen di Corporasi. Sebenarnya mereka di dalam sistem utama kapitalisme pun berjuang, bergerilya untuk memperjuangkan tidak hanya para buruh, tetapi juga memperjuangkan lingkungan dunia yang asri. Namun lagi-lagi birokrasi rasional perusahaan besar menekan para CEO2 di dunia untuk mempertahankan kapital atau modalnya, jika tidak, ya mereka akan hancur. Jadi pilihannya: Apakah salah satu korporasi mereka yang hancur atau dunia ini yang akan hancur perlahan seperti katak yang dipanasi bersamaan dengan air mendidih, lalu tiba2 tanpa sadar kita sudah terpanggang?
Semua yang bergerilya, baik di dalam maupun di luar, tetap terbengong-bengong ketika para CEO dan negarawan ketok palu untuk tetap menguras sumber daya alam dan manusia, ya agar mereka hidup, jika tidak, maka sebaliknya, mereka sendiri yang akan mati. Inilah jeratan sistem kapitalisme mutakhir. Sistem yang memenjarakan unit kecil yang disebut manusia. Sistem ini adalah discourse atau jaring-jaring ide yang ada di dalam otak manusia (lihat Matrik). Discourse ini dibawa oleh para pemikir modern dahulu seperti Descartes, Kant, dll. Kita harus bagaimana? Ya jika tidak dengan kuasa politik berat (pedang) ya dengan mulut atau teks seperti kawan kita lutfi ini, jika tidak, ya dengan hati kita saja. aksi apapun juga perjuangan kita, ya harus terus. Jadi, seruan seperti Lutfi adalah salah satu bentuk perjuangan. Apabila semua orang di dunia seperti kamu, pasti revolusi dunia akan terjadi. Akankan terjadi revolusi dunia atau internasional? Kita tunggu saja kawan!!! Sebuah abad post-modern akan hadir secara nyata dihadapan kita, dijiwa kita, menancap dalam relung paling dalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Penjara kapitalisme global atau kerangkeng kapitalisme!!! Bagaimana kita keluar dari semua itu? Kalau kerangkeng atau penjara sistem politik internasional biasanya masyarakat dunia keluar lewat pintu &#8220;perang&#8221; (dunia). Saya tidak tahu pintu keluar dari global warming ini? apakah kiamat! Entahlah&#8230; Problem sistem kapitalisme dunia ini berusaha di pecahkan oleh banyak ilmuwan, agamwan, filsuf, dll. saya kira tak perlu diungkapkan terus-terusan pencerahan dari mereka agar kita sadar. kawan kita, lutfi pun salah satu agen spencerahan yang peduli terhadap bumi kita. Semuanya hanya tawaf (keliling)dalam inter-tekstualitas alias bahasa buku. ya, tergantung pada kemampuan kita. tetapi perjuangan bisa dalam bentuk apapun juga. Sedangkan dunia nyata yang kita lihat tak berubah sama sekali, justru tambah parah seperti sekarang. tapi kita harus tetap berjuang. Yang dipaparkan oleh Lutfi ini sebenarnya sudah menggorok kesadaran kita untuk berjuang memperbaiki bumi ini. Sebenarnya ada apa? Mengapa dunia tetap seperti ini? Apakah ini problem kesadaran kolektif kita yang kurang atau kita sedang dalam rangka menyelamatan diri sendiri? Lagi2, hal yang menghambat gerakan para penulis adalah politik kekuasaan yang keras ala Hobbes dan Machiavelli. Politik keras ini masih saja menghinggapi para pemain hubungan internasional yang ingin selamat. masa bodo dengan yang lain. konteks ini dibungkus dalam dokrin kepentingan nasional masing2. Makanya, buat apa negara-bangsa? konsep itu justru bukan menciptakan tatanan dunia yang adil, aman, dan asri, justru membuat orang tambah egois saja, egoisme kolektif ya dalam abentuk negara, misalnya AS yang dicontohkan oleh Lutfi dengan apik. Sempat ngobrol dengan temen di Corporasi. Sebenarnya mereka di dalam sistem utama kapitalisme pun berjuang, bergerilya untuk memperjuangkan tidak hanya para buruh, tetapi juga memperjuangkan lingkungan dunia yang asri. Namun lagi-lagi birokrasi rasional perusahaan besar menekan para CEO2 di dunia untuk mempertahankan kapital atau modalnya, jika tidak, ya mereka akan hancur. Jadi pilihannya: Apakah salah satu korporasi mereka yang hancur atau dunia ini yang akan hancur perlahan seperti katak yang dipanasi bersamaan dengan air mendidih, lalu tiba2 tanpa sadar kita sudah terpanggang?<br />
Semua yang bergerilya, baik di dalam maupun di luar, tetap terbengong-bengong ketika para CEO dan negarawan ketok palu untuk tetap menguras sumber daya alam dan manusia, ya agar mereka hidup, jika tidak, maka sebaliknya, mereka sendiri yang akan mati. Inilah jeratan sistem kapitalisme mutakhir. Sistem yang memenjarakan unit kecil yang disebut manusia. Sistem ini adalah discourse atau jaring-jaring ide yang ada di dalam otak manusia (lihat Matrik). Discourse ini dibawa oleh para pemikir modern dahulu seperti Descartes, Kant, dll. Kita harus bagaimana? Ya jika tidak dengan kuasa politik berat (pedang) ya dengan mulut atau teks seperti kawan kita lutfi ini, jika tidak, ya dengan hati kita saja. aksi apapun juga perjuangan kita, ya harus terus. Jadi, seruan seperti Lutfi adalah salah satu bentuk perjuangan. Apabila semua orang di dunia seperti kamu, pasti revolusi dunia akan terjadi. Akankan terjadi revolusi dunia atau internasional? Kita tunggu saja kawan!!! Sebuah abad post-modern akan hadir secara nyata dihadapan kita, dijiwa kita, menancap dalam relung paling dalam.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: yo soeling</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-47</link>
		<author>yo soeling</author>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 09:22:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-47</guid>
					<description>apa yang dipaparkan rekan Lutfi adalah bentuk nyata dari kerakusan manusia. alam tidak akan menghancurkan dirinya sendiri. Terima atau tidak, dunia sudah menuju ambang kehancuran.ilmu pengetahuan sekalipun tidak akan sanggup menghentikannya, hanya memperlambat lajunya penghancuran massal. Kebodohan manusia saat dunia ilmu pengetahuan semakin berkembang. Manusia merasa bisa segalanya. kata-kata "tidak ada yang mustahil" dipakai sebagai alat penghancur yang paling ampuh. 
Rekan Lutfi adalah salah seorang dari beberapa rekan lain yang berusaha mengumandangkan nyanyian terpilu dari alam, dari orang-orang tertindas, kenyataan yang harus diterima oleh orang-orang yang tergerak hatinya. Sadar atau tidak, grafik paradigma manusia semakin menuju ke arah paradok negatif, saat manusia merasa mampu untuk lakukan apapun, pada saat itu mereka sebenarnya tidak melakukan apa-apa, hanya semakin memperburuk keadaan. pada saat mereka merasa menyelamatkan, justru mereka pembunuh terselubung. Apa yang bisa kita lakukan, hanya lakukan sesuatu dari hati yang murni, hati yang memberi, hati yang welas asih, hati yang siap dikecam oleh banyak orang, karena kita berbeda. Tentang sesuatu yang melawan arus, karena untuk setiap perjuangan, musuh terbesar kita adalah diri sendiri dan orang-orang terdekat kita yang terkadang takut melawan birokrasi. keep goin fie, tidak ada yang sia-sia, segala sesuatu yang berasal dari hati pasti akan kembali ke hati. tancapkan bendera     perang bagi orang-orang yang menjual buminya hanya dengan alasan demi kemajuan peradaban manusia.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa yang dipaparkan rekan Lutfi adalah bentuk nyata dari kerakusan manusia. alam tidak akan menghancurkan dirinya sendiri. Terima atau tidak, dunia sudah menuju ambang kehancuran.ilmu pengetahuan sekalipun tidak akan sanggup menghentikannya, hanya memperlambat lajunya penghancuran massal. Kebodohan manusia saat dunia ilmu pengetahuan semakin berkembang. Manusia merasa bisa segalanya. kata-kata &#8220;tidak ada yang mustahil&#8221; dipakai sebagai alat penghancur yang paling ampuh.<br />
Rekan Lutfi adalah salah seorang dari beberapa rekan lain yang berusaha mengumandangkan nyanyian terpilu dari alam, dari orang-orang tertindas, kenyataan yang harus diterima oleh orang-orang yang tergerak hatinya. Sadar atau tidak, grafik paradigma manusia semakin menuju ke arah paradok negatif, saat manusia merasa mampu untuk lakukan apapun, pada saat itu mereka sebenarnya tidak melakukan apa-apa, hanya semakin memperburuk keadaan. pada saat mereka merasa menyelamatkan, justru mereka pembunuh terselubung. Apa yang bisa kita lakukan, hanya lakukan sesuatu dari hati yang murni, hati yang memberi, hati yang welas asih, hati yang siap dikecam oleh banyak orang, karena kita berbeda. Tentang sesuatu yang melawan arus, karena untuk setiap perjuangan, musuh terbesar kita adalah diri sendiri dan orang-orang terdekat kita yang terkadang takut melawan birokrasi. keep goin fie, tidak ada yang sia-sia, segala sesuatu yang berasal dari hati pasti akan kembali ke hati. tancapkan bendera     perang bagi orang-orang yang menjual buminya hanya dengan alasan demi kemajuan peradaban manusia.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: hade</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-49</link>
		<author>hade</author>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 10:31:42 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-49</guid>
					<description>Jadi pertanyaannya sekarang lebih baik dikembalikan ke diri kita sendiri tanpa perlu mengecam sistem kapitalisme atau neo-liberalisme atau apalah. Terus terang saya gak paham.
Kuncinya sederhana saja, baik pemanasan global akan terjadi atau tidak, lebih baik sekarang lihat sikap kita terhadap lingkungan (alam, manusia, budaya dll). Sudahkah kita menghargai mereka? Sudahkah kita berpikir panjang tentang dampak yang akan terjadi ke depan jika kita melakukan sesuatu hari ini? Apa akibatnya jika kita merokok terlalu banyak? Apa akibatnya kalau kita memakai terlalu banyak tissue? Apa akibatnya kalau kita terlalu banyak menggunakan sepeda motor? Apa akibatnya kalau kita terlalu banyak beli celana jeans? Think sustainability. Don't think too hard pals.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi pertanyaannya sekarang lebih baik dikembalikan ke diri kita sendiri tanpa perlu mengecam sistem kapitalisme atau neo-liberalisme atau apalah. Terus terang saya gak paham.<br />
Kuncinya sederhana saja, baik pemanasan global akan terjadi atau tidak, lebih baik sekarang lihat sikap kita terhadap lingkungan (alam, manusia, budaya dll). Sudahkah kita menghargai mereka? Sudahkah kita berpikir panjang tentang dampak yang akan terjadi ke depan jika kita melakukan sesuatu hari ini? Apa akibatnya jika kita merokok terlalu banyak? Apa akibatnya kalau kita memakai terlalu banyak tissue? Apa akibatnya kalau kita terlalu banyak menggunakan sepeda motor? Apa akibatnya kalau kita terlalu banyak beli celana jeans? Think sustainability. Don&#8217;t think too hard pals.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Hancurnya Bumi, Ujung Global Warming &#171; LoenBun</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-58</link>
		<author>Hancurnya Bumi, Ujung Global Warming &#171; LoenBun</author>
		<pubDate>Tue, 04 Sep 2007 19:54:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-58</guid>
					<description>[...] Kanselir Jerman Angela Markel ditentang Ketua Dewan Kualitas Lingkungan Hidup AS, Jim Connaughton, ketika mengagendakan pembahasan perubahan iklim menuju kesepakatan penanggulan efek rumah kaca. “Dalam pertemuan ini, kita tidak duduk semeja dengan Tiongkok, India, Brazil, Meksiko, Afrika Selatan, Australia, Korea Selatan, dan negara-negara penghasil emisi terbesar lain. Karena itu kami (AS) menolak membicarakan pemanasan global atau menyepakati konsesus apapun dalam forum ini,” tandas Jim Read the rest of this entry » [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[&#8230;] Kanselir Jerman Angela Markel ditentang Ketua Dewan Kualitas Lingkungan Hidup AS, Jim Connaughton, ketika mengagendakan pembahasan perubahan iklim menuju kesepakatan penanggulan efek rumah kaca. “Dalam pertemuan ini, kita tidak duduk semeja dengan Tiongkok, India, Brazil, Meksiko, Afrika Selatan, Australia, Korea Selatan, dan negara-negara penghasil emisi terbesar lain. Karena itu kami (AS) menolak membicarakan pemanasan global atau menyepakati konsesus apapun dalam forum ini,” tandas Jim Read the rest of this entry » [&#8230;]</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: ame'</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-59</link>
		<author>ame'</author>
		<pubDate>Mon, 10 Sep 2007 16:13:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-59</guid>
					<description>kehidupan di makassar bgt panas,mungkin aja kali itu pngaruh pemanasan global.bagaimana mungkin tidak,semuax aja serba teknologi so taht menimbulkan pencemaran lingkungan and sopasti kualitas lingkungan menurun.mohon dong kpd pnddkx mksr,jglh lingkunganmu</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kehidupan di makassar bgt panas,mungkin aja kali itu pngaruh pemanasan global.bagaimana mungkin tidak,semuax aja serba teknologi so taht menimbulkan pencemaran lingkungan and sopasti kualitas lingkungan menurun.mohon dong kpd pnddkx mksr,jglh lingkunganmu</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: faz</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-63</link>
		<author>faz</author>
		<pubDate>Fri, 28 Sep 2007 23:41:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-63</guid>
					<description>"Global Warming hanya sebuah konspirasi" menarik apa yang sudah di tulis oleh bang lutfi tentang global warming, tapi yang perlu di ingat adalah kita sudah termakan oleh konspirasi global warming yang menelan daya idealis kita tentang lingkungan. Global Warming merupakan bentuk globalisasi baru yang sengaja di ciptakan sebagai bentuk responsibility dari tangan-tangan kekuasaan. kalau di lihat dari sejarah, sebenarnya Global warming sudah ada sejak dahulu. pertanyaannya apakah tujuan dari issue "global warming" kalau hanya endingnya hanya sebuah program-program yang akan berkutat pada materialistik dan korupsi berjamaah. tapi setidaknya tulisan bang lutfi telah menjadi corong bagi masyarakat tentang fakta yang ada di lapangan...ff faz</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Global Warming hanya sebuah konspirasi&#8221; menarik apa yang sudah di tulis oleh bang lutfi tentang global warming, tapi yang perlu di ingat adalah kita sudah termakan oleh konspirasi global warming yang menelan daya idealis kita tentang lingkungan. Global Warming merupakan bentuk globalisasi baru yang sengaja di ciptakan sebagai bentuk responsibility dari tangan-tangan kekuasaan. kalau di lihat dari sejarah, sebenarnya Global warming sudah ada sejak dahulu. pertanyaannya apakah tujuan dari issue &#8220;global warming&#8221; kalau hanya endingnya hanya sebuah program-program yang akan berkutat pada materialistik dan korupsi berjamaah. tapi setidaknya tulisan bang lutfi telah menjadi corong bagi masyarakat tentang fakta yang ada di lapangan&#8230;ff faz</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Dani.</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-322</link>
		<author>Dani.</author>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 17:36:30 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-322</guid>
					<description>Ass.wr.wb,
Global warming sebenarnya bukan cerita kosong.
Kutub utara yg dulunya tidak dapat diseberangi, sekarang th 2008 sudah bisa, ini menunjukkan betapa panasnya klimat dunia dan begitu cepatnya pencairan es kutub utara.Bumi memerlukan pendinginan tanpa pendinginan yg cukup akan mengakibtkan matinya sandang dan pangan dengan bertahap dan timbulnya penyakit-penyakit baru menyerang kehidupan di bumi.Ikan-ikan dll dilaut sebahagian akan mati atau ngungsi ke tempat yg menyejukkan, sehingga sebahagian dari lautan tidak ada penghasilan.Bukan hanya permukaan laut saja yg naik dengan dahsyat tetapi keseimbangan kehidupan dibumi tidak dapat dikendalikan lagi akibat permukaan bumi yg makin panas yaitu kehidupan untuk hidup di muka bumi makin tidak memungkinkan.Kutub utara adalah es abadi yg sedang mencair dengan drastis.

Wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ass.wr.wb,<br />
Global warming sebenarnya bukan cerita kosong.<br />
Kutub utara yg dulunya tidak dapat diseberangi, sekarang th 2008 sudah bisa, ini menunjukkan betapa panasnya klimat dunia dan begitu cepatnya pencairan es kutub utara.Bumi memerlukan pendinginan tanpa pendinginan yg cukup akan mengakibtkan matinya sandang dan pangan dengan bertahap dan timbulnya penyakit-penyakit baru menyerang kehidupan di bumi.Ikan-ikan dll dilaut sebahagian akan mati atau ngungsi ke tempat yg menyejukkan, sehingga sebahagian dari lautan tidak ada penghasilan.Bukan hanya permukaan laut saja yg naik dengan dahsyat tetapi keseimbangan kehidupan dibumi tidak dapat dikendalikan lagi akibat permukaan bumi yg makin panas yaitu kehidupan untuk hidup di muka bumi makin tidak memungkinkan.Kutub utara adalah es abadi yg sedang mencair dengan drastis.</p>
<p>Wassalam.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: NURIN KHUSNUL KHOTIMAH</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-351</link>
		<author>NURIN KHUSNUL KHOTIMAH</author>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2008 06:52:32 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/12/hancurnya-bumi-ujung-global-warming/#comment-351</guid>
					<description>STOP GLOBAL WARMING

SELAMATKAN BUMI KITA DARI KEPUNAHAN

Bumi kita terancam punah akibat adanya pemanasan dunia
hewan - hewan dan manusia merasakan dampaknya
seharusnya Indonesia menghentikan pembalakan hutan liar dan gedung - gedung berkaca

Bagaimana bumi kita mau selamat jika manusia terus merusak bumi?

Apa yang harus kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa untuk mencegah global warming?

haruskah kita merasakan dampak dari pemanasan global?
akankah anak cucu kita melihat dunia yang indah ini?

STOP FLOBAL WARMING
BUMI ADA DITANGAN KITA</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>STOP GLOBAL WARMING</p>
<p>SELAMATKAN BUMI KITA DARI KEPUNAHAN</p>
<p>Bumi kita terancam punah akibat adanya pemanasan dunia<br />
hewan - hewan dan manusia merasakan dampaknya<br />
seharusnya Indonesia menghentikan pembalakan hutan liar dan gedung - gedung berkaca</p>
<p>Bagaimana bumi kita mau selamat jika manusia terus merusak bumi?</p>
<p>Apa yang harus kita lakukan sebagai generasi penerus bangsa untuk mencegah global warming?</p>
<p>haruskah kita merasakan dampak dari pemanasan global?<br />
akankah anak cucu kita melihat dunia yang indah ini?</p>
<p>STOP FLOBAL WARMING<br />
BUMI ADA DITANGAN KITA</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
