*) Dimensi Manusia Terhadap Alam
Semua kegiatan manusia akan berdampak pada bumi kita. Kadang-kadang positif, kadang-kadang negatif. Yang jelas, kegiatan manusia mempunyai dampak besar sekali. Sangat ironis bahwa semakin banyak dilakukan kegiatan pembangunan untuk masyarakat semakin banyak pula ancaman pada sumber daya alam. Tetapi di sisi lain, sumberdaya alam yang terancam tersebut kita perlukan untuk pembangunan itu selanjutnya.
Kalau kita melanjutkan bentuk pembangunan yang ada sekarang, kemungkinan besar manusia akan mengancam sumber daya alam dan sistem yang mendukung makhluk hidup (termasuk manusia) di bumi. Kehidupan kita tidak seimbang dengan kemampuan alam. Setiap hari ada bencana alam yang timbul, seperti banjir, longsor, kemarau atau kebakaran–banyak disebabkan oleh kegiatan manusia secara langsung (seperti pengundulan hutan, polusi dari industri dan petanian, perburuan satwa langka).
Sangat sulit untuk memperkirakan tingkat kepunahan yang telah terjadi karena kita belum mengenal semua jenis yang ada di bumi. Berapa hektar hutan daerah tropis hilang setiap tahun? Berapa hektar hutan daerah dingin hilang setiap tahun? Berapa hektar rawa-rawa? Apa dampak yang ditimbulkan dengan adanya peningkatan penduduk terhadap lingkungan hidup?
Yang kita tahu adalah sebagian kecil penduduk di dunia menggunakan sebagian besar sumber daya alam. Kita menggunakan terlalu banyak. Setiap negara di dunia mempunyai orang yang kaya dan orang yang miskin, tetapi kebanyakan orang kaya berada di “negara barat” dan “negara utara” seperti Amerika, negara-negara di Eropa, Jepang, Australia dan Selandia Baru. Penduduk di negara-negara tersebut mewakili seperempat penduduk dunia yang menggunakan 2/3 (66%) sumber daya alam yang diekploitasi setiap tahun.
Di negara-negara lain, jutaan orang berjuang untuk kehidupan sehari-hari. Masyarakat di negara-negara berkembang dikontrol oleh keadaan lingkungan, ekonomi dan politik. Bukan mereka yang punya wewenang di atas keadaan seperti ini. Kemiskinan, kekuasaan yang rendah dan tidak mampu memilih semakin diperburuk oleh korupsi, politik mancanegara, hutang nasional dan perdagangan yang tidak adil. Akibatnya, negara kaya semakin kaya, miskin semakin miskin.
Setiap masalah tersebut saling terkait. Masalah tersebut tidak dapat dipisah dari masalah lingkungan hidup. Akhirnya, lingkungan hidup akan dihancurkan oleh golongan minoritas yang menggunakan terlalu banyak SDA dan di sisi lain oleh orang miskin yang tidak punya alternatif lainnya.
Hidup Dengan Sesuatu Yang Hidup: Norma Lama, Norma Baru
Pandangan umum tentang konsep ekologi yang tidak pas saat ini adalah “ide keseimbangan alam”. Ide ini beranggapan bahwa alam bisa mengatur dirinya sendiri sebagai suatu unit tersendiri. Ide ini berasumsi kelompok-kelompok tumbuhan – misalnya sebuah hutan – akan tetap sama atau mengalami perubahan melalui suatu proses suksesi yang kemudian akan mencapai keadaan stabil yang disebut klimaks. Jika teori ini benar, tidak akan menjadi masalah jika suatu hutan primer terganggu atau kestabilannya alam dirubah oleh manusia dengan segala tindakannya, karena alam akan memperbaiki dirinya sendiri dan kembali ‘normal’.
Penelitian ekologi telah membuktikan bahwa dunia tidak bekerja seperti itu sama sekali. Bahkan habitat-habitat dengan jenis tumbuhan yang sama tidak bereaksi yang sama ketika terganggu, dan hasil pemulihan dirinya tidak selalu sama. Pada kenyataannya, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi.
Dunia selalu berubah. Saat ini, perubahan alam menghasilkan lingkungan yang dinamis, pola-pola persebaran jenis yang tidak statis, habitat-habitat dan kondisi yang dipengaruhi dan dimanipulasi oleh kegiatan manusia. Dengan kenyataan seperti ini, setiap orang yang terlibat dalam pengelolaan lingkungan (yang berarti semua orang di planet ini) harus memahami beberapa aturan telah berubah.

Jika kita sadar bahwa manajemen lingkungan adalah permasalahan perilaku masyarakat berarti manajemen lingkungan juga berarti komunikasi, negosiasi, dan pendidikan-pendidikan lingkungan dan pendidikan pembangunan. Anda bisa berperan!
Menciptakan Perubahan
John Kotter, dalam bukunya Leading Change, menganjurkan 8 langkah yang dapat diterapkan untuk mendorong masyarakat melakukan hal-hal yang berbeda atau melakukan hal-hal dengan cara yang berbeda, yaitu:
- Mempertahankan kepekaan terhadap hal-hal mendesak “urgency”
- Membentuk koalisi pendukung yang memiliki kekuatan
- Menciptakan sebuah visi
- Mengkomunikasikan visi
- Memberdayakan orang lain untuk bertindak sesuai visi
- Merencanakan dan menciptakan keberhasilan-keberhasilan jangka pendek
- Mengkonsolidasikan kemajuan
- Membudayakan perubahan
Hampir semua perubahan membutuhkan waktu dan upaya yang berkelanjutan, dan sejak masyarakat memiliki perhatian yang sekilas saja serta gampang menyerah, sebuah kemenangan jangka pendek diperlukan untuk mempertahankan momentum. Mengkonsolidasikan kemenangan dan mem-struktur-kan atau menegakkan (kalau bisa sampai membudayakan) perubahan – adalah dua hal penting untuk mencapai kelanggengan perubahan. Ingat, bukan waktunya lagi bagi kita untuk berlemah hati dan bermalas-malasan.
Semua itu memerlukan perhatian dan kajian yang terus menerus agar dapat memperoleh ‘fakta’ (tahu tentang apa), ‘ketrampilan’ (tahu bagaimana), dan ‘kontak’ (tahu siapa) yang dibutuhkan untuk mewujudkan perubahan. Internet adalah salah satu sumber yang cukup bagus dalam pencarian-pencarian ini. Namun demikian lobby atau berkomunikasi langsung masih menjadi hal yang paling efisien.
Kadangkala “bagaimana anda melakukan sesuatu” menjadi sama penting dengan “apa yang anda lakukan” dalam upaya mendorong perlunya perubahan. Jadilah aktivis, dan berikut ini petunjuk “bagaimana” menjadikan diri anda seorang aktivis:
- Menolak untuk diintimadasi. Jika anda diberitahu bahwa suatu masalah terlalu teknis untuk dapat anda pahami, jangan percaya itu.
- Kreatiflah! Setiap kampaye dan isu memiliki dinamikanya sendiri-sendiri.
- Jangan mau dijawab dengan kata “Tidak” saja, bertahanlah.
- Ajukan sebanyak-banyaknya pertanyaan. Pahami benar isu dasarnya – kerjakan pe-er anda.
- Gunakan media dan alat-alat pengkajian yang ada secara efektif
- Tetaplah menggunakan kesopanan. ”Bersikeras” tidak sama dengan tidak sopan.
- Jangan tinggalkan sesuatu yang belum tersentuh. Mintalah bantuan orang lain.
- Berikan penghargaan dan terimakasih pada publik.
- Anda tidak dapat menangani apa saja, jika anda tidak mempersoalkan siapa yang akan mendapatkan penghargaan.
- Ingat bahwa politik adalah juga persoalan setiap orang. Anda juga akan membutuhkan dukungan dari kawan-kawan dan keluarga anda.
Jangan Merasa Miskin, Sehingga Tidak Bisa Melaksanakan Petunjuk Ini!
- Belilah barang-barang yang awet, sekalipun harganya lebih mahal. Bola lampu yang tahan lama (long-life), barang yang menurut konsumen kuat dan “durable” tahan lamadan “reliable” dapat dipercaya, produk dengan garansi yang bernilai (tidak perlu biaya tambahan), barang yang bukan buatan China (maaf, terpaksa menyebut sebuah negara, akan tetapi reputasi kualitas produknya memang tidak baik).
- Belilah barang-barang yang telah berasal dari daur ulang. “Recycled” berasal dari daur ulang bukan “recycleable” bisa didaur ulang (biasanya keterangan ini disertakan dalam label produknya), khususnya kertas komputer, tinta, tissue, serbet kertas, kantong sampah.
- Belilah produk yang efisien energi: sedikit selisih harga dapat menghemat pengeluaran anda dan menghemat sumber energi.
- Matikan kran air: Gunakan air sehemat mungkin.
- Pakailah sumber energi/”bahan bakar” non-fosil: Di beberapa tempat anda telah dapat memilih untuk membeli energi alternatif (seperti energi angin, energi surya, dan energi biomass).
- Pilihlah berafiliasi dengan kelompok/partai yang mempunyai visi untuk lingkungan, dan lakukanlah lobby untuk perbaikan lingkungan: Tidak harus memilih partai yang bervisi lingkungan (karena mungkin belum ada di Indonesia saat ini) tetapi pilih kandidat atau orang-orang yang bersikap dan berkomitmen untuk melindungi lingkungan dan melaksanakan konservasi alam.
- Cobalah menggunakan bahan pembersih yang lebih sedikit mengandung unsur kimia berbahaya, dan pestisida/herbisida yang lebih ramah lingkungan: Meskipun belum ada yang menyatakan bahwa produk tersebut sangat efektif, cobalah. Taruhan bahwa anda bisa mengurangi jumlah kaleng di rumah yang bersisa racun dan jarang sekali kita waspadai.
- Janganlah membeli barang yang dibungkus/dikemas berlebihan: Tidak hanya karena mereka sangat tidak ramah lingkungan, tetapi kenyataannya harganya lebih murah.
Rawatlah mesin motor atau mobil anda sebaik-baiknya, jangan biarkan ban kempos dan janganlah mengisi (benar-benar penuh) tangki anda: Bawa ke bengkel secara rutin atau rawat sendiri secara rutin pula. - Tanamlah pohon-pohon: Bayangkan berapa banyak energi yang anda pergunakan sehari-hari dirumah, di kantor, ditempat anda beraktivitas – yang semuanya memiliki andil dalam pemanasan global (coba hitung….). Lalu tanamlah sejumlah pohon untuk menetralisir dampak yang telah anda buat.







