<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Quo Vadis Pencinta Alam</title>
	<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/</link>
	<description>Portal Lingkungan Hidup Kita</description>
	<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 04:46:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>

	<item>
		<title>By: pidskiey</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-38</link>
		<author>pidskiey</author>
		<pubDate>Sat, 04 Aug 2007 12:51:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-38</guid>
					<description>Keren ni artikel..
Meskipun emang menjadi hal yang kontroversial,,tapi si penulis berani untuk mengkritik pedas kultur kepencinta alaman kita yang harus diperbaiki..
Mungkin saya juga termasuk adventure yang masih apatis dengan hal2 yang ditulis tadi,,namun ini juga menjadi satu cermin bagi saya untuk berbuat yang lebih baik..
thanks.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Keren ni artikel..<br />
Meskipun emang menjadi hal yang kontroversial,,tapi si penulis berani untuk mengkritik pedas kultur kepencinta alaman kita yang harus diperbaiki..<br />
Mungkin saya juga termasuk adventure yang masih apatis dengan hal2 yang ditulis tadi,,namun ini juga menjadi satu cermin bagi saya untuk berbuat yang lebih baik..<br />
thanks.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Ninil RM</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-39</link>
		<author>Ninil RM</author>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2007 07:59:56 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-39</guid>
					<description>Saya lama sekali bergaul di dunia kepencintaalaman, memperhatikan keresahan penulis - mari optimis saja. Semua ada masa "di atas - di bawah" kalau saat ini cenderung masih mendahulukan petualangan dari urusan earthspace scout nya... mari kita rumah sama-sama dengan intervensi pada DIKLAT nya. Sedini mungkin di penggodokan pertama anggota pecinta alam.

Salam lestari,
Ninil (Anggota Luar Biasa MPA WANALA - Univ.Airlangga Sby; anggota KIH Surabaya/Klub Indonesia Hijau Surabaya; konsultan program Pendidikan LH dan Konservasi)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya lama sekali bergaul di dunia kepencintaalaman, memperhatikan keresahan penulis - mari optimis saja. Semua ada masa &#8220;di atas - di bawah&#8221; kalau saat ini cenderung masih mendahulukan petualangan dari urusan earthspace scout nya&#8230; mari kita rumah sama-sama dengan intervensi pada DIKLAT nya. Sedini mungkin di penggodokan pertama anggota pecinta alam.</p>
<p>Salam lestari,<br />
Ninil (Anggota Luar Biasa MPA WANALA - Univ.Airlangga Sby; anggota KIH Surabaya/Klub Indonesia Hijau Surabaya; konsultan program Pendidikan LH dan Konservasi)</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: jack rimbawan</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-46</link>
		<author>jack rimbawan</author>
		<pubDate>Wed, 15 Aug 2007 18:28:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-46</guid>
					<description>MANTAP fie, emang....gerakan pencinta alam sangat mandul' taunya hanya adventure, apa pernah mereka berpikir, 
gw juga dulu aktivis pecinta alam, but.....ternyata gerakan kawan-kawan pecinta alam hanya sbatas retorika belaka, ada TWKM, ternyata yang dibahas 80 % cuman adventure, sisanya Temu Wanita Kenal Mabuk, sesi untuk gerakan lingkungan hanya sebatas di meja sidang, selebihnya awan kawan gak punya nyali buat gerakan yang lebih kongkrit, coba kalo dipikir dari ujung NAD samapai papu, ada Pecinta Alam , tapi mana gerakannya untuk Lingkungan!...MANDUL '' namanya aja pecinta ( Bercinta dialam)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MANTAP fie, emang&#8230;.gerakan pencinta alam sangat mandul&#8217; taunya hanya adventure, apa pernah mereka berpikir,<br />
gw juga dulu aktivis pecinta alam, but&#8230;..ternyata gerakan kawan-kawan pecinta alam hanya sbatas retorika belaka, ada TWKM, ternyata yang dibahas 80 % cuman adventure, sisanya Temu Wanita Kenal Mabuk, sesi untuk gerakan lingkungan hanya sebatas di meja sidang, selebihnya awan kawan gak punya nyali buat gerakan yang lebih kongkrit, coba kalo dipikir dari ujung NAD samapai papu, ada Pecinta Alam , tapi mana gerakannya untuk Lingkungan!&#8230;MANDUL &#8221; namanya aja pecinta ( Bercinta dialam)</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Yo Soeling</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-48</link>
		<author>Yo Soeling</author>
		<pubDate>Thu, 16 Aug 2007 10:45:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-48</guid>
					<description>Ga harus jadi pecinta alam untuk mencintai alam, bukan banyaknya organisasi yang kita ikuti atau lamanya kita berkutat dalam bidang itu untuk  tunjukan bahwa kita seorang pecinta alam, penikmat alam atau hanya sekedar cari uang melalui alam.  Kepedulian pada alam bisa terlihat dari manifestasi hati yang perduli, yang kita tunjukan dalam hidup kita sehari-hari. kebanggaan pada status atau slogan yang menempel pada diri kita itu adalah hal yang manusiawi, tapi saat kita ga bisa tunjukan kekuatan dari slogan itu? its nothing.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ga harus jadi pecinta alam untuk mencintai alam, bukan banyaknya organisasi yang kita ikuti atau lamanya kita berkutat dalam bidang itu untuk  tunjukan bahwa kita seorang pecinta alam, penikmat alam atau hanya sekedar cari uang melalui alam.  Kepedulian pada alam bisa terlihat dari manifestasi hati yang perduli, yang kita tunjukan dalam hidup kita sehari-hari. kebanggaan pada status atau slogan yang menempel pada diri kita itu adalah hal yang manusiawi, tapi saat kita ga bisa tunjukan kekuatan dari slogan itu? its nothing.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: faz laode</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-64</link>
		<author>faz laode</author>
		<pubDate>Thu, 04 Oct 2007 22:36:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-64</guid>
					<description>kadang kala manusia adalah makhluk pelupa. begitu juga dengan pecinta alam, merekapun bisa jadi pelupa. lupa akan alam dinegri ini yang sudah rusak. lupa akan tumbuhan yang setiap detik memberikan sumber oksigen buat paru-paru kita. lupa dengan eksotis satwa yang memberikan sumber devisa negara. lupa dengan tebing-tebing alam yang menciptakan siapa. tapi yang membuat saya kagum rekan lutfi sebagai penulis dan pecinta alam tidak lupa mengkritisi jati diri alam semesta di mata para PECINTA ALAM.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kadang kala manusia adalah makhluk pelupa. begitu juga dengan pecinta alam, merekapun bisa jadi pelupa. lupa akan alam dinegri ini yang sudah rusak. lupa akan tumbuhan yang setiap detik memberikan sumber oksigen buat paru-paru kita. lupa dengan eksotis satwa yang memberikan sumber devisa negara. lupa dengan tebing-tebing alam yang menciptakan siapa. tapi yang membuat saya kagum rekan lutfi sebagai penulis dan pecinta alam tidak lupa mengkritisi jati diri alam semesta di mata para PECINTA ALAM.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: tri prayudhi</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-70</link>
		<author>tri prayudhi</author>
		<pubDate>Sun, 14 Oct 2007 14:51:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-70</guid>
					<description>GERAKAN PENCITA ALAM

Sebuah organisasi yang bisa dibilang sangat Potensi di indonesia! namun sayang lahirnya pecinta alam di Indonesia di awali dengan kegiatan ADVENTuRE, maklum saat itu lahirnya di era 60an arah gerakan sedikit bahkan sangat kuat unsur politik,dimana SUHARTO takut dengan namannya PKI, jadi lahirnya pecinta alam selalu identik dengan ADVENTURE,
COba kalau lahirnya pecinta alam di INA dengan gerakan lingkungan seperti Greenpeace' yang merupakan pembela lingkungan sejati! PASTI Indonesia tidak akan kehilangan hutan, tidak akan kehilangn satwa liarnya yang semakin banyak terancam punah!
INTI AJI KOMENTAR SAYA!
REFEKSIKAN SAJA KEmbali Kemana GERAKAN PENCINTA ALAM ' Kalu mau bicara lingkungan ya tinggalkan saja Dunia adventure ! kalu mau bicara adventure ya jangan pake NAMA pencinta alam ! PAKE aJA KELOMPOK PEMANJA DIDING, ATAU KELOMPOK PENDAKI GUNUNG, itu jelaskan, mau ngapain aja digunung gak malu lawong bukan pecinta alam!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>GERAKAN PENCITA ALAM</p>
<p>Sebuah organisasi yang bisa dibilang sangat Potensi di indonesia! namun sayang lahirnya pecinta alam di Indonesia di awali dengan kegiatan ADVENTuRE, maklum saat itu lahirnya di era 60an arah gerakan sedikit bahkan sangat kuat unsur politik,dimana SUHARTO takut dengan namannya PKI, jadi lahirnya pecinta alam selalu identik dengan ADVENTURE,<br />
COba kalau lahirnya pecinta alam di INA dengan gerakan lingkungan seperti Greenpeace&#8217; yang merupakan pembela lingkungan sejati! PASTI Indonesia tidak akan kehilangan hutan, tidak akan kehilangn satwa liarnya yang semakin banyak terancam punah!<br />
INTI AJI KOMENTAR SAYA!<br />
REFEKSIKAN SAJA KEmbali Kemana GERAKAN PENCINTA ALAM &#8216; Kalu mau bicara lingkungan ya tinggalkan saja Dunia adventure ! kalu mau bicara adventure ya jangan pake NAMA pencinta alam ! PAKE aJA KELOMPOK PEMANJA DIDING, ATAU KELOMPOK PENDAKI GUNUNG, itu jelaskan, mau ngapain aja digunung gak malu lawong bukan pecinta alam!</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: BIJe</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-72</link>
		<author>BIJe</author>
		<pubDate>Wed, 17 Oct 2007 08:54:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-72</guid>
					<description>Hormat saya untuk Anda...Nice degan kata pembuka anda dan itu kenyataan yg sangat-sangat nyata telah menyolok mata KITA.
Lain hal kita perlu sadari bahwa kegiatan adventure yang sekarang menjamur merupakan merupakan alat bantu untuk Bertahan Hidup (SURVIVAL) dalam menghadapi perubahan nilai-nilai budaya global. Yakini masih banyak sepaham tapi tak tau mau kemana, bagaimana, kepada siapa bisa bicara....
Tetapkan arah.. tetaplah melangkah .. Semoga keberhasilan ada didepan kita. sALAM.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hormat saya untuk Anda&#8230;Nice degan kata pembuka anda dan itu kenyataan yg sangat-sangat nyata telah menyolok mata KITA.<br />
Lain hal kita perlu sadari bahwa kegiatan adventure yang sekarang menjamur merupakan merupakan alat bantu untuk Bertahan Hidup (SURVIVAL) dalam menghadapi perubahan nilai-nilai budaya global. Yakini masih banyak sepaham tapi tak tau mau kemana, bagaimana, kepada siapa bisa bicara&#8230;.<br />
Tetapkan arah.. tetaplah melangkah .. Semoga keberhasilan ada didepan kita. sALAM.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: fahrie</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-110</link>
		<author>fahrie</author>
		<pubDate>Fri, 30 Nov 2007 03:53:41 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-110</guid>
					<description>Mencintai mestinya memberi tanpa mengharap kembali , tapi nyatanya katanya mencintai alam eh malah menikmati tanpa ada rasa ingin menjaga , apalagi melestarikan .salutlah untuk artikel ini . 
Banyak cara untuk mencintai,dan mencintai tak harus memiliki ,mencintai alam bukan ngacak - acak alam ....
Banyak - banyak menanam pohon , jangan biarkan lahan kosong apalagi gundul , kurangi pengunaaan plastik dalam berbelanja ...de el..el</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mencintai mestinya memberi tanpa mengharap kembali , tapi nyatanya katanya mencintai alam eh malah menikmati tanpa ada rasa ingin menjaga , apalagi melestarikan .salutlah untuk artikel ini .<br />
Banyak cara untuk mencintai,dan mencintai tak harus memiliki ,mencintai alam bukan ngacak - acak alam &#8230;.<br />
Banyak - banyak menanam pohon , jangan biarkan lahan kosong apalagi gundul , kurangi pengunaaan plastik dalam berbelanja &#8230;de el..el</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: ihaka</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-196</link>
		<author>ihaka</author>
		<pubDate>Tue, 19 Feb 2008 16:27:47 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-196</guid>
					<description>ya mantab terus menulis untuk saling mengingatkan kita semua

wasalam
Ihaka</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya mantab terus menulis untuk saling mengingatkan kita semua</p>
<p>wasalam<br />
Ihaka</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Yudi</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-268</link>
		<author>Yudi</author>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 10:05:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-268</guid>
					<description>Sepaham...gerakan para PA skrang lebih menitik beratkan pada gunung yg tinggi, tebing yg terjal dan jeram2 yg liar, kita para PA harus menyadari khitah seorang PA  bukan penikmat alam dgn memanfaatkan alam sebagai pemuas nafsu petualang..lebih baik menanam sepohon untuk anak cucu dr pada mendaki carstenz pyramid untuk obsesi prestise</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepaham&#8230;gerakan para PA skrang lebih menitik beratkan pada gunung yg tinggi, tebing yg terjal dan jeram2 yg liar, kita para PA harus menyadari khitah seorang PA  bukan penikmat alam dgn memanfaatkan alam sebagai pemuas nafsu petualang..lebih baik menanam sepohon untuk anak cucu dr pada mendaki carstenz pyramid untuk obsesi prestise</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: dogol</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-273</link>
		<author>dogol</author>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 08:34:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-273</guid>
					<description>Wah,,,, seide banget tuh sama saya,,
Memang kenyataanya begitu, memang berdasar pengamatan dan pengalaman, pecinta alam, khususnya para mahasiswa belum pernah terbukti ikut menyelamatkan alam, merusak mah iyaa,, saya dulu seorang penggiat alam terbuka tapi sekarang sadar, mencintai alam tidak mesti harus ke gunung dan hutan, banyak hal yang lebih urgen dari pada kita mengacak-acak hutan perawan. Dimana-mana terjadi banjir,, adakah pecinta alam yang peduli? salam...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah,,,, seide banget tuh sama saya,,<br />
Memang kenyataanya begitu, memang berdasar pengamatan dan pengalaman, pecinta alam, khususnya para mahasiswa belum pernah terbukti ikut menyelamatkan alam, merusak mah iyaa,, saya dulu seorang penggiat alam terbuka tapi sekarang sadar, mencintai alam tidak mesti harus ke gunung dan hutan, banyak hal yang lebih urgen dari pada kita mengacak-acak hutan perawan. Dimana-mana terjadi banjir,, adakah pecinta alam yang peduli? salam&#8230;</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: alul</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-293</link>
		<author>alul</author>
		<pubDate>Thu, 07 Aug 2008 06:05:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-293</guid>
					<description>Salut..
sebenarnya esensi dari makna pencinta alam telah bergeser dari hakikatnya..
ironis memang, semakin banyak muncul organisasi kepencintaalaman,semakin banyak pula sampah yang menumpuk di gunung,di hutan,di laut,bahkan di dalam gua skalipun..seakan memperkuat hipotesis bahwa organisasi pencintaalaman adalah organisasi yang menganut paham vandalisme, yang didalamnya berkumpullah manusia-manusia bebas ,yang beralibi menjaga,serta mempertahankan keharmonisan alam..
padahal realita yang terjadi tidak seperti itu.sementara itu, paham2 kekerasan pun kerap dipergunakan untuk merekrut anggota dengan beralibi bahwa hal itu adalah syarat mutlak menjadi anggota sehingga kekerasan menjadi ciri khas yang sulit dilepaskan dalam tubuh organisasi kepencintaalaman.
seakan menjadi ruh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salut..<br />
sebenarnya esensi dari makna pencinta alam telah bergeser dari hakikatnya..<br />
ironis memang, semakin banyak muncul organisasi kepencintaalaman,semakin banyak pula sampah yang menumpuk di gunung,di hutan,di laut,bahkan di dalam gua skalipun..seakan memperkuat hipotesis bahwa organisasi pencintaalaman adalah organisasi yang menganut paham vandalisme, yang didalamnya berkumpullah manusia-manusia bebas ,yang beralibi menjaga,serta mempertahankan keharmonisan alam..<br />
padahal realita yang terjadi tidak seperti itu.sementara itu, paham2 kekerasan pun kerap dipergunakan untuk merekrut anggota dengan beralibi bahwa hal itu adalah syarat mutlak menjadi anggota sehingga kekerasan menjadi ciri khas yang sulit dilepaskan dalam tubuh organisasi kepencintaalaman.<br />
seakan menjadi ruh..</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Dea Maulana Yusuf</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-349</link>
		<author>Dea Maulana Yusuf</author>
		<pubDate>Mon, 20 Oct 2008 21:58:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-349</guid>
					<description>Artikelnya sangat bagus. Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari sini.

Sedikit mengomentari tentang arti Pecinta Alam. Yang satu tahu, WANADRI sebagai organisasi pecinta alam pertama di Indonesia, mengartikan pecinta alam tersebut sebagai penggiat alam, bukan sebagai organisasi yang nantinya akan menjaga alam. Wallohu'alam sekarang saya tidak tahu apakah WANADRI telah berubah atau belum. Yang pasti, saya dengar sendiri dari "Abah Iwan" kalo pada mula terbentuknya WANADRI karena memang suka beraktifitas di alam, jadi bukan untuk melakukan penjagaan alam.
Dari segi bahasa pun, menurut pendapat teman saya, nama pecinta alam sebenarnya sudah memisahkan antara alam dengan dirinya (manusia/pecinta alam) sehingga apabila alam rusak maka dirinya tidak akan merasa terganggu karena pecinta alam berada di luar alam, hakikatnya ada pemisahaan antara dia (pecinta alam) dengan alam. Jadi, menurut saya, perlu juga difahami untuk mencari nama baru pengganti pecinta alam yang nantinya nama baru tersebut menjadi do'a dan tuntutan moral untuk melindungi alam dari kerusakan yang ditimbulkan manusia.
Terakhir, saya akan sangat antusias dan siap bergabung dengan organisasi yang setidaknya peduli dengan alam dan melakukan hal sekecil apapun untuk alam. Dulu waktu SMP dan SMU, saya pernah tergabung dengan grup seperti itu dan melakukan kegiatan konservasi di sekitar gunung-gunung di Garut. Saat ini, yang baru bisa saya lakukan adalah melakukan Opsih di puncak-puncak gunung atau bukit yang saya kunjungi, berhubung saya pun masih senang berkegiatan di alam. Saya tunggu informasinya.
Terima kasih.

-Dea Maulana Yusuf-
(my_dea@yahoo.com)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikelnya sangat bagus. Banyak hikmah yang bisa saya ambil dari sini.</p>
<p>Sedikit mengomentari tentang arti Pecinta Alam. Yang satu tahu, WANADRI sebagai organisasi pecinta alam pertama di Indonesia, mengartikan pecinta alam tersebut sebagai penggiat alam, bukan sebagai organisasi yang nantinya akan menjaga alam. Wallohu&#8217;alam sekarang saya tidak tahu apakah WANADRI telah berubah atau belum. Yang pasti, saya dengar sendiri dari &#8220;Abah Iwan&#8221; kalo pada mula terbentuknya WANADRI karena memang suka beraktifitas di alam, jadi bukan untuk melakukan penjagaan alam.<br />
Dari segi bahasa pun, menurut pendapat teman saya, nama pecinta alam sebenarnya sudah memisahkan antara alam dengan dirinya (manusia/pecinta alam) sehingga apabila alam rusak maka dirinya tidak akan merasa terganggu karena pecinta alam berada di luar alam, hakikatnya ada pemisahaan antara dia (pecinta alam) dengan alam. Jadi, menurut saya, perlu juga difahami untuk mencari nama baru pengganti pecinta alam yang nantinya nama baru tersebut menjadi do&#8217;a dan tuntutan moral untuk melindungi alam dari kerusakan yang ditimbulkan manusia.<br />
Terakhir, saya akan sangat antusias dan siap bergabung dengan organisasi yang setidaknya peduli dengan alam dan melakukan hal sekecil apapun untuk alam. Dulu waktu SMP dan SMU, saya pernah tergabung dengan grup seperti itu dan melakukan kegiatan konservasi di sekitar gunung-gunung di Garut. Saat ini, yang baru bisa saya lakukan adalah melakukan Opsih di puncak-puncak gunung atau bukit yang saya kunjungi, berhubung saya pun masih senang berkegiatan di alam. Saya tunggu informasinya.<br />
Terima kasih.</p>
<p>-Dea Maulana Yusuf-<br />
(my_dea@yahoo.com)</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Dani Ramadhani</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-358</link>
		<author>Dani Ramadhani</author>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 04:55:17 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-358</guid>
					<description>Sedikit koreksi, WANADRI sejak didirikan tuh bukan perhimpunan pecinta alam tapi Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung. Jadi emang yang latah tuh yang ikut2an buat organisasi mahasiswa pecinta alam, tp jarang sekali ada kiprahnya pada pelestarian alam. Saya yakin kalo ada survey 80% bikin organisasi pecinta alam karena seneng naik gunung aja.
Trims.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sedikit koreksi, WANADRI sejak didirikan tuh bukan perhimpunan pecinta alam tapi Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung. Jadi emang yang latah tuh yang ikut2an buat organisasi mahasiswa pecinta alam, tp jarang sekali ada kiprahnya pada pelestarian alam. Saya yakin kalo ada survey 80% bikin organisasi pecinta alam karena seneng naik gunung aja.<br />
Trims.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Z_ellen</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-369</link>
		<author>Z_ellen</author>
		<pubDate>Fri, 21 Nov 2008 15:33:44 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-369</guid>
					<description>Tidak bisakah kepetualangan berjalan beriringan dengan konservasi???...karena kepetualangan adalah bagian dari sejarah dan juga jati diri seorang pecinta alam..selanjutnya konservasi..kita tak pernah bisa merasa sebenar-benarnya jika kita tak pernah pergi dan mendatanginya, jika kita tak pernah mengalaminya sendiri!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak bisakah kepetualangan berjalan beriringan dengan konservasi???&#8230;karena kepetualangan adalah bagian dari sejarah dan juga jati diri seorang pecinta alam..selanjutnya konservasi..kita tak pernah bisa merasa sebenar-benarnya jika kita tak pernah pergi dan mendatanginya, jika kita tak pernah mengalaminya sendiri!!!</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: asep</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-371</link>
		<author>asep</author>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 21:54:58 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-371</guid>
					<description>Rekan2, saya berkiprah dengan dunia petualangan sejak th. 1994. waktu itu masih memakai bendera pecinta alam. Seingat saya seorang senior pernah berkata, siapakah dan apakah pecinta alam itu : apakah mereka yang senang menjelajahi hutan gunung, memanjati tebing yang kokoh, atau mereka yang berada di lorong-lorong sempit gua, atau juga mengarungi sungai-sungai yang deras? tidak ; ketika penyapu jalan yang bekerja di kala kita masih tertidur , engkau yang sering membersihkan halaman yang kotor, engkau yang menanam bunga dan pohon dihalaman dan lain2 dialah sebetulnya pecinta alam terlepas dari apa motivasinya. Alangkah beratnya kita yang hanya punya kemampuan menjelajah alam memanggul nama dan makna pecinta alam. , seharusnya kita malu dan berani merubah nama, selagi kita belum mampu mengaplikasikan harapan dari sebuah nama. demikian ujar senior tersebut. 
apakah ini sebuah kekecewaan atas sikap yang dilakukan oleh sekelompok orang2 yang menamakan dirinya seorang pecinta alam. bertahun-tahun kemudian akhirnya saya menemukan pembenaran atas ucapan senior tersebut. hanya saja masih saja muncul pertanyaan dalam pikiran saya : apakah pecinta alam benar-benar mencintai alam?

Salam hangat dan jabat erat.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan2, saya berkiprah dengan dunia petualangan sejak th. 1994. waktu itu masih memakai bendera pecinta alam. Seingat saya seorang senior pernah berkata, siapakah dan apakah pecinta alam itu : apakah mereka yang senang menjelajahi hutan gunung, memanjati tebing yang kokoh, atau mereka yang berada di lorong-lorong sempit gua, atau juga mengarungi sungai-sungai yang deras? tidak ; ketika penyapu jalan yang bekerja di kala kita masih tertidur , engkau yang sering membersihkan halaman yang kotor, engkau yang menanam bunga dan pohon dihalaman dan lain2 dialah sebetulnya pecinta alam terlepas dari apa motivasinya. Alangkah beratnya kita yang hanya punya kemampuan menjelajah alam memanggul nama dan makna pecinta alam. , seharusnya kita malu dan berani merubah nama, selagi kita belum mampu mengaplikasikan harapan dari sebuah nama. demikian ujar senior tersebut.<br />
apakah ini sebuah kekecewaan atas sikap yang dilakukan oleh sekelompok orang2 yang menamakan dirinya seorang pecinta alam. bertahun-tahun kemudian akhirnya saya menemukan pembenaran atas ucapan senior tersebut. hanya saja masih saja muncul pertanyaan dalam pikiran saya : apakah pecinta alam benar-benar mencintai alam?</p>
<p>Salam hangat dan jabat erat.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: cigem</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-393</link>
		<author>cigem</author>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 18:24:45 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/08/01/quo-vadis-pencinta-alam/#comment-393</guid>
					<description>saya sangat senang karena masih ada yang mau peduli tentang alam dan lingkungan ...saya juga pecinta alam dari banda aceh..
melihat artikel ini semangat saya semakin membara untuk terus menjaga alam dan lingkungan ini..
tohhh...ini juga untuk anak cucu kita nanti.
saya juga bergabung di komunitas "Sahabat Ulu Masen" ,komunitas ini juga bergerak dalam bidang konservasi.

satu hal untuk teman pecinta alam lainnya yang masih proaktif menjaga lingkungan agar dapat terus memeluk erat visi dan misi kita.
lestari.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya sangat senang karena masih ada yang mau peduli tentang alam dan lingkungan &#8230;saya juga pecinta alam dari banda aceh..<br />
melihat artikel ini semangat saya semakin membara untuk terus menjaga alam dan lingkungan ini..<br />
tohhh&#8230;ini juga untuk anak cucu kita nanti.<br />
saya juga bergabung di komunitas &#8220;Sahabat Ulu Masen&#8221; ,komunitas ini juga bergerak dalam bidang konservasi.</p>
<p>satu hal untuk teman pecinta alam lainnya yang masih proaktif menjaga lingkungan agar dapat terus memeluk erat visi dan misi kita.<br />
lestari&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
