•  27 July 2010 Kampung Ukir Yang Nyaris Tersingkir   ::  
  •  23 June 2010 A Rebuttal for Komodo   ::  
  •  1 March 2010 Hutan Jawa Terancam: ProFauna Serukan Gerakan Penyelamatan Hutan   ::  
  •  14 February 2010 ProFauna Menyerukan Langkah Praktis dan Politis Untuk Menyelamatkan Hutan di Jawa   ::  
  •  4 February 2010 Pembunuh Harimau di Kebun Binatang Jambi di Vonis 3 Tahun 10 bulan Penjara   ::  
  • 10 – 14 Juli 2007 | Festival Kampung #2 - Berbagi Kepanikan: Mari Merayakan Pinggiran Sungai    Print This Post   Email This Post

    July 11th, 2007 | Oleh ygy

    Festival Kampung #2
    BERBAGI KEPANIKAN: MARI MERAYAKAN PINGGIRAN SUNGAI
    Sidomulyo-Kricak Kidul, 10 – 14 Juli 2007

    Sumber: YPR realease - Kusen Hadi

    Mengapa merayakan pinggiran sungai? Sebab sebagian peradaban manusia bermula darinya. Mesir Kuno, Jawa Kuno, Sriwijaya, Pajajaran ; atau peradaban yang lebih sederhana dan kontemporer: Ledok Gondolayu, sewilayah pemukiman di pinggiran Sungai Code yang tidak hanya memberi gambaran tentang bagaimana “bertahan hidup”, “bersiasat”, namun juga “mencipta”. Pinggiran sungai adalah belantara ilmu pengetahuan dan laboratorium sosial. Kita baru menggali sebagian kecilnya, bahkan mungkin menganggapnya “tidak ada”. Dalam semesta pembicaraan perkembangan kota-kota di Indonesia, kami berprasangka (dan hampir sulit digoyahkan) bahwa pinggiran sungai merupakan salah satu “model masa depan perkotaan di Indonesia”. Darinya kita mendapatkan dan mengalirkan air; Darinya kita mendapatkan hunian murah; Darinya kita mendapatkan persaudaraan dan kemudahan hutang-piutang ; Darinya juga kita mendapatkan barang-barang murah alias second hand-an. Bagi negeri yang terlalu banyak koruptor dan beban hutang yang terlalu berat seperti Indonesia, tentu hitung-hitungan realistis semacam ini masuk akal.

    Yayasan Pondok Rakyat, sejak 5 tahun lalu (setelah berkarya nyata di pinggir Sungai Code tahun 1980-an) mulai berkarya nyata di 4 kampung pinggir sungai di Yogyakarta, yaitu: kampung Tungkak, Kampung Badran, Kampung Sidomulyo, dan Kampung Kricak. Satu setengah tahun lalu, bersama teman-teman muda kampung, kami membuat peristiwa bersama, gerakan menemukenali dan pemunculan identitas melalui pelbagai penelitian, diskusi, serta pementasan. Pada saat itu, tujuan utama kami hanyalah memerkuat jejaring antar kampung pinggiran sambil menikmati “pil pahit kebijakan perkotaan”. Saat itu, meski di kampung-kampung kami “cukup aman” (untuk sementara), dari kotak ajaib masih saja terlihat gambar-gambar penggeseran paksa (baca: penggusuran) oleh aparatur negara. Kami tentu tak boleh berhe-ha-he- he melihat “yang lain” bersusah payah. Sebab siapa tahu, hari esok, merupakan giliran kami?

    Festival kampung # 2: Celebrating Riverbank” yang akan berpuncak pada tanggal 10-14 Juli 2007 masih ditingkahi oleh semangat serupa. Pada kesempatan ini, bersama teman-teman kampung, Yayasan Pondok Rakyat mengundang keterlibatan banyak pihak: Jogja Mural Forum (JMF), Kelas Sosiologi Perkotaan UAJY, Jurusan Arsitektur UII, BIBLIO (Komunitas Perpustakaan Alternatif), Departemen Arsitektur dan Urban Desain Universitas Melbourne Australia, Papermoon, dan berbagai orang dan pihak. Kepada mereka, kami tidak hanya berdiskusi, bekerja bersama, tetapi juga membagi ketertarikan dan kepanikan: MERAYAKAN PINGGIRAN SUNGAI!

    Kami mengundang Anda untuk hadir dalam setiap acara Festival Kampung sebagai berikut:

    Agenda ACARA
    1. PEMBUKAAN

    Acara pembukaan Festival Kampung 2 akan dilakukan secara simbolis dengan potong tumpeng. Selain warga kampung, akan hadir pula beberapa aktor perkotaan, seperti aparat pemerintah (Camat, Bappeda Kota Yogyakarta, dsb). Juga sebagai ajang kulonuwun bagi para mahasiswa Melbourne University yang akan live-in dan berkarya di Kampung Sidomulyo dan Kricak Kidul.

    Waktu : 10 Juli 2007, jam 19.30 BBWI,
    Lokasi : Jembatan Mbah Kawit

    2. STUDIO EMPAT MELUKIS KAMPUNG
    (Kolaborasi dari Universitas Melbourne, UII, Jogja Mural Forum, dan warga kampung)

    Ada tim kolaborasi dari Universitas Islam Indonesia, Universitas Melbourne, dan teman-teman pelukis kampung bersama dengan Jogja Mural Forum bekerja di bengkel kerja STUDIO EMPAT membuat estetika kampung untuk menambah semarak suasana kampung.

    Waktu : 10-14 Juli 2007, jam 10.00-16.00 BBWI (setiap hari),
    Lokasi : Balai Warga 4 Sidomulyo

    3. STUDIO ARGAMA (Bengkel Kerja Konsultasi Bangunan Komunitas bersama arsitek-arsitek Melbourne University dan UII Yogyakarta)

    Bengkel kerja konsultasi bangunan komunitas bersama arsitek-arsitek Melbourne dan UII Yogyakarta.

    Waktu : 10-14 Juli 2007, jam 10.00-16.00 BBWI (setiap hari)
    Lokasi : Balai Warga RT.35 ARGAMA, Kricak Kidul

    4. STUDIO TPA (Bengkel Kerja Pemetaan Kampung)
    Bengkel kerja pemetaan kampung.

    Waktu : 10-14 Juli 2007, jam 10.00-16.00 BBWI (setiap hari)
    Lokasi : TPA Sidomulyo

    5. PAMERAN FOTO dan HASIL KREASI KAMPUNGAN

    Ada cerita mengenai orang-orang, benda-benda, dan aktivitas yang sempat terekam bidikan kamera. Demikian juga, ada cerita mengenai hasil-hasil belajar anak muda yang mengandung segudang cerita meski sedikit di luar kebiasaan kampungan. Semua bisa dinikmati di GALERI LEDHOK 35. Ini merupakan awal bagi kampung untuk menyebut diri. Melihat keseharian, melihat kenyataan dan dari hasil kenyataan itulah kita bergerak. Pameran ini didedikasikan untuk kampung yang terus bergerak.

    Waktu : 11-14 Juli 2007, jam 09.00-20.00 BBWI,
    Lokasi : Galeri Ledhok RT.35 Kricak

    6. LAYAR TANCEP SIDOREJO (Film dan Foto Kampung)

    Sambil nongkrong di jembatan, menikmati lalu lalangnya kendaraan, akan semakin meriah dengan adanya layar tancep di pinggir Sungai Winongo. Layar Tancep Sidorejo, akan memutar film-film kampung dan slide foto-foto kampung setiap malam, sambil belajar dari kampung lain .

    Waktu : 11-13 Juli 2007, jam 19.30-21.30 (setiap hari)
    Lokasi : Pinggir Kali Winongo (sebelah Balai Warga 4 Sidomulyo)

    7. PUSTAKA TIBAN

    Sebuah perpustakaan tiban yang menggelar berbagai kegiatan: ada pentas dari komunitas baca Maozklep, ada dolanan bocah, ada dongeng, ada permainan dan lomba-lomba, serta kegiatan baca oleh anak-anak dan anak muda kampung. Jangan lupa, bawa limun dan makanan kecil, semuanya asyik…..

    Waktu : 11-14 Juli 2007, jam 13.00-17.00 (setiap hari),
    Lokasi : Halaman “SorSo” (Ngisor So) Kampung Sidomulyo

    8. PENTAS TEATER (SE)KAMPUNG & FASHION SHOW AWUL-AWUL

    Drama berbahasa Jawa dari TEATER ORAK-ARIK, bahasa ibu bumi orang kampung, bercerita tentang kepedihan warga yang mulai meninggalkan kebiasaan untuk menghargai alam. Hal ini dilakukan karena himpitan ekonomi, karena di antara mereka ada yang rela “menjual” tanah tumpah darahnya…. Segala keributan kampung dapat diredakan dengan kearifan lokal…. Sifat waris dari orang tua yang masih banyak dipegang warganya.

    Pentas ini dimeriahkan dengan acara fashion show pakaian modifikasi awul-awul menjadi gaun malam yang aduhai, hasil kreasi teman-teman waria kampung.

    Waktu : Sabtu, 14 Juli 2007, jam 19.15 BBWI – selesai,

    Lokasi : Lapangan Mbak Mur, Sidomulyo

    Leave a Reply

     

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 562 members
      • 337 guests
      • Last Update On
        28 August, 2010
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      Lingkar Association
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET
      Yayasan Hijau

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
      ...
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    • advertisement
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It