•  27 July 2010 Kampung Ukir Yang Nyaris Tersingkir   ::  
  •  23 June 2010 A Rebuttal for Komodo   ::  
  •  1 March 2010 Hutan Jawa Terancam: ProFauna Serukan Gerakan Penyelamatan Hutan   ::  
  •  14 February 2010 ProFauna Menyerukan Langkah Praktis dan Politis Untuk Menyelamatkan Hutan di Jawa   ::  
  •  4 February 2010 Pembunuh Harimau di Kebun Binatang Jambi di Vonis 3 Tahun 10 bulan Penjara   ::  
  • Singgah di Rumah Kadal Purba    Print This Post   Email This Post

    June 11th, 2007 | Oleh stringeresha

    Catatan Penyelaman di Perairan Komodo
    Oleh Debbie Hanna

    Hari 2 (1 juni 2007)
    Buat saya memandangi matahari terbit adalah salah satu kegiatan yang paling saya tunggu. Apalagi semalam saya pulas meringkuk di dek (maklum, saya nggak mau terkena efek mabuk laut yang menyusahkan itu) dan begitu paginya langsung disuguhi pemandangan apik. Pak Hengky dari Balai TNK sibuk membangunkan Keke, fotografer dadakan di IR 2007, untuk mengabadikan sunrise di Loh Liang. Pukul 06.30 WITA, kami bersiap ke Loh Liang untuk melihat aktivitas Komodo. Kami memakai speedboat untuk mencapai tepian sebab kapal kami tak dapat merapat ke dermaga. Seminggu lalu, di wilayah ini diterpa gelombang pasang setinggi hampir tiga meter dan sempet merusak dermaga apungnya. Syukur kepada Tuhan atas cuaca yang baik selama perjalanan di hari pertama.

    Loh Liang adalah salah satu pintu masuk ke wilayah Taman nasional Komodo setelah Loh Buaya. Seperti biasa, temkan-teman relawan tak pernah lepas dari kegiatan foto-foto. Di pos penjagaan, kita harus menunggu dua orang pemandu. Kami harus bersabar, sebab karena musim liburan maka turis asing pun beramai-ramai berkunjung ke rumah si kadal purba ini.

    Akhirnya, Pak Yusuf (ranger Balai TNK) dan Pak Herman (pemandu lokal dari Kampung Komodo) telah siap. Sebelum melakukan perjalanan, kami mendapatkan penjelasan singkat lokasi yang akan dikunjungi. Dan… rock and roll man! Welcome to my paradise!

    Dengan membawa tongkat bercabang, seorang pemandu siap menjaga rombongan di depan, dan seorang lagi berada di bagian buntut. Kami berjalan membentuk barisan, mengular dan beriringan. Karena nggak mungkin kan kami jalan berendengan seperti layaknya di troatoar kota besar, macam Jakarta. Kami sudah siap dengan perbekalan, terutama air mineral. Maklum lah, pasti akan boros minum karena menempuh jalur yang sulit.

    Sepanjang jalan, bercanda tak pernah ketinggalan. Apalagi ada Pak Ded dan Mas Ical, relawan gokil dari Jakarta. Sekitar 500 meter jalan, kami melihat babi hutan, yang biasanya menjadi mangsa Komodo. Pohon asem (Tamarindus indica) juga banyak ditemukan sepanjang jalur trekking. setengah jam perjalanan, udah mulai berasa capek, tapi peserta tetep enjoy.

    Ketika sampai di bukit yang keliatan pemandangan pantainya. Wow! asli, bagus banget… Gak usah disuruh deh, kami pun langsung sibuk dengan urusan jeprat-jepret dengan kamera. Dan hampir satu setengah jam berjalan kaki, kami tiba di kafetaria. Begitu sampai, ternyta ada dua komodo menyambut. Dengan kehati-hatian ekstra tinggi, relawan bersiap motret salah satu binatang langkah di dunia yang dijaga kelestraiannya itu.

    Sambil berleha-leha di cafetaria, kami sempat berbelanja souvenir khas TNK. Pukul 09.30 kami kembali ke. Hari ini, Pak Mus, salah satu tim relawan ulang tahun yang ke-54. Kami sudah menyiapkan kue ultah, diatas nya dikasih patung ukiran komodo…Happy Birthday yah Pak Mus….Ultah kali ini, kata Pak Mus, berkesan banget…

    Menikmati makanan yang disajikan ama 2 koki dari Filemon Restoran, adalah kegiatan favorit peserta, maklum semuanya pada doyan makan. Kapal bersiap bergerak ke arah Gililawa Darat, untuk penyelaman ketiga. Tempat ini punya nama populer “Crystal Rock”. Ini tempat yang cocok untuk Drift Dive (menyelam sambil mengikuti arah arus). Kali ini saya akan mengikuti proses penyelaman, setelah hari pertama dua kali absen. Kami bersiap-siap membagi kelompok. Yang pertama bersama Pak Yitno, kelompok 2 dengan Pak Soleh, dan terakhir dengan P ak Condo. Arus di wilayah ini emang kencang, tapi penyelaman kali ini kami mengikuti arah arus, jadi akan jauh lebih enjoy. Punya buddy (partner menyelam) dengan  Pak Condo, emang berasa aman banget. Hehehehe…

    Foto: Para Relawan Indonesia Reef 2007 tengah bergaya di rumah Komodo, di Taman  Nasional Komodo. (Eunike Kristanti/Indonesia Reef 2007)

    Leave a Reply

     

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 562 members
      • 337 guests
      • Last Update On
        28 August, 2010
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      Lingkar Association
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET
      Yayasan Hijau

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
      ...
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    • advertisement
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It