Wajah metropolis Jakarta menyimpan sejuta kepahitan. Untuk bertahan hidup, banyak yang harus hidup di bantaran kali. Di dalam bangunan triplek dan seng yang seadanya. Air bersih dan kebersihan sungai tidaklah menjadi prioritas utama lagi. Sehingga, potensi penyakit juga membayangi.
Tak hanya itu, sungai pun tak perlu menunggu lama untuk penuh sampah. Kalau sudah begitu, banjir pun mengintip setiap hujan deras datang.
Foto ini diambil dari atas jembatan layang Cempaka Putih, Jakarta Utara.
Perlu ketegasan pemerintah DKI Jakarta untuk segera merelokasi warga yang hidup di bantaran-bantaran sungai. Selain karena mereka tinggal secara ilegal, aturan pun jelas menyatakan bahwa tidak boleh ada bangunan di sepanjang bantaran kali.
Foto+teks oleh Adi W.
Leave a Reply
2 Responses to “Bukan Tempat Pilihan” |
Related Posts |










June 11th, 2008 at 3:04 pm
Pemerintah jangan sibuk ngurusin politik,,, perhatiin donk rakyat kecil,,, dimana perasaan kalian melihat saudara kit yang berada di kolong jembatan/pinggir2 jalan,, apa negara ini sudah tidak ada perasaan sedikitpun terhadap manusia???
January 12th, 2009 at 12:21 pm
Semua itu serba sulit..
Rumah Liar (RULI)sudah dimana2, datang ke jkt tiba2 buat rumah, gitu tanahnya mo pake sama yg empunya si RULI nya marah2 (ngotot tanahnya punya dia)..
adakala nya pemerintah juga bener kalo membongkar RULI2 itu. karena merusak tata kota dan keindahan serta kebersihan.
dmn ada RULI pasti ada sampah yang dibuang sembarangan,
dmn ada RULI pasti ada tindakan kriminal yang meninggi..
^_^ jakarta2……