<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Etika Dalam Desain = Aturan Main?</title>
	<link>http://beritahabitat.net/2007/05/09/etika-dalam-desain-aturan-main/</link>
	<description>Portal Lingkungan Hidup Kita</description>
	<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 15:11:53 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>

	<item>
		<title>By: Ardi</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/05/09/etika-dalam-desain-aturan-main/#comment-13</link>
		<author>Ardi</author>
		<pubDate>Wed, 09 May 2007 09:12:53 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/05/09/etika-dalam-desain-aturan-main/#comment-13</guid>
					<description>u absolutely got that right...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>u absolutely got that right&#8230;</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Koen</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/05/09/etika-dalam-desain-aturan-main/#comment-14</link>
		<author>Koen</author>
		<pubDate>Thu, 10 May 2007 03:45:14 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/05/09/etika-dalam-desain-aturan-main/#comment-14</guid>
					<description>Kini yang terjadi kita seringkali ikutan trend negara maju dengan mengadopsi teknologi dan mencoba meniru konsep pembangunan mereka tanpa mempedulikan potensi dan kondisi lokal. Padahal kita seharusnya mengembangkan gaya, pendekatan dan teknologi kita sendiri yang lebih pas dengan kita. di dalam negeripun kalau mau memperhatikan, keunikan nyaris tak pernah dianggap penting lagi. Konsep pembangunan kota misalnya, penginnya mau seperti Jakarta semua. Padahal konsepnya Jakarta juga tambal sulam. Semuanya pengin seragam. Mungkin juga akibat gempuran media global ya? Jadinya semua harus menuju sebuah garis yang sama.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kini yang terjadi kita seringkali ikutan trend negara maju dengan mengadopsi teknologi dan mencoba meniru konsep pembangunan mereka tanpa mempedulikan potensi dan kondisi lokal. Padahal kita seharusnya mengembangkan gaya, pendekatan dan teknologi kita sendiri yang lebih pas dengan kita. di dalam negeripun kalau mau memperhatikan, keunikan nyaris tak pernah dianggap penting lagi. Konsep pembangunan kota misalnya, penginnya mau seperti Jakarta semua. Padahal konsepnya Jakarta juga tambal sulam. Semuanya pengin seragam. Mungkin juga akibat gempuran media global ya? Jadinya semua harus menuju sebuah garis yang sama.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
