<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.3" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Kekeringan Melanda Gunung Kidul</title>
	<link>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/</link>
	<description>Portal Lingkungan Hidup Kita</description>
	<pubDate>Sat, 31 Jul 2010 22:53:44 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.3</generator>

	<item>
		<title>By: yas</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-22</link>
		<author>yas</author>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2007 12:11:22 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-22</guid>
					<description>mas, makin bagus apabila terdapat beberapa foto dalam berita ini.. selamat berkarya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mas, makin bagus apabila terdapat beberapa foto dalam berita ini.. selamat berkarya..</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: tatang heryoga</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-36</link>
		<author>tatang heryoga</author>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 04:44:20 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-36</guid>
					<description>Kekeringan di Gunung Kidul selalu mengundang perhatian baik pemerhati lingkungan, pemerintah  maupun berbagai pihak yang dapat berpartisipasi didalam masalah kekeringan yang selalu melanda daerah ini. Bahkan beberapa lembaga nasional maupun international melirik kekeringan ini sebagai suatu advantage baik untuk jangka panjang maupun kepentingan sesaat, meskipun entry pointnya bisa bermacam-macam. Dengan demikian jika kita tidak jeli didalam menyikapi berbagai tawaran yang berdalih pengentasan kekeringan, maka manfaat yang diterima tidak akan sebanding dengan apa yang akan diterima oleh si pemberi manfaat, mengingat sampai dengan detik ini Indonesia masih terkenal di kancah perdagangan internasional dengan "kemurahan"nya dibidang Supply, dilain pihak terkenal potensial untuk kawasan pemasaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kekeringan di Gunung Kidul selalu mengundang perhatian baik pemerhati lingkungan, pemerintah  maupun berbagai pihak yang dapat berpartisipasi didalam masalah kekeringan yang selalu melanda daerah ini. Bahkan beberapa lembaga nasional maupun international melirik kekeringan ini sebagai suatu advantage baik untuk jangka panjang maupun kepentingan sesaat, meskipun entry pointnya bisa bermacam-macam. Dengan demikian jika kita tidak jeli didalam menyikapi berbagai tawaran yang berdalih pengentasan kekeringan, maka manfaat yang diterima tidak akan sebanding dengan apa yang akan diterima oleh si pemberi manfaat, mengingat sampai dengan detik ini Indonesia masih terkenal di kancah perdagangan internasional dengan &#8220;kemurahan&#8221;nya dibidang Supply, dilain pihak terkenal potensial untuk kawasan pemasaran.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: green</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-256</link>
		<author>green</author>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 08:12:50 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-256</guid>
					<description>jika kekeringan/ketandusan di gunung kidul menjadi perhatian,, kenapa sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah daerah/pusat unk mencari solusinya?? apa belum cukup dengan bunh diri 1 desa akibat kelaparan,akibat tidak ada yang bisa ditanam,, tidak ada yang bisa diharapkan lagi??
buat masyarakat gunung kidul,, jangan putus asa,, bertawakallah,ini cobaan bagi negri kita,, selagi kamu mau berusaha pasti ada jalan keluar,, jika hanya menunggu uluran tangan pemerintah,, nanti akan kecewa,, buktinya ????</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jika kekeringan/ketandusan di gunung kidul menjadi perhatian,, kenapa sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah daerah/pusat unk mencari solusinya?? apa belum cukup dengan bunh diri 1 desa akibat kelaparan,akibat tidak ada yang bisa ditanam,, tidak ada yang bisa diharapkan lagi??<br />
buat masyarakat gunung kidul,, jangan putus asa,, bertawakallah,ini cobaan bagi negri kita,, selagi kamu mau berusaha pasti ada jalan keluar,, jika hanya menunggu uluran tangan pemerintah,, nanti akan kecewa,, buktinya ????</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: Djuhaei</title>
		<link>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-631</link>
		<author>Djuhaei</author>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 21:22:34 +0000</pubDate>
		<guid>http://beritahabitat.net/2007/05/08/kekeringan-melanda-gunung-kidul/#comment-631</guid>
					<description>Achir tahun 70-an saya pernah beberapa kali ke gua Langse dan juga pernah di tínggal degan  penduduk desa wuluh - kalau tidak salah.

Sekarang .....
Saya berminat mengambil inisiatif
untuk sedikit banyak mecoba mencari jalan untuk mengatasi kekeringan - dengan fokus  utama - desa wuluh. Seingat saya desa itu tidak jauh dari pantai Parangtritis. Dan di Parangtritis -dulu - ada 2 kolam renang, dengan kata lain ada  sumber air. Pertanyaan utama tentunya: bagaimana air itu bisa mencapai desa tersebut. Ku yakin dengan kemauan bersama ini bisa dicarikan solusinya... pertanyaan yg lebih susah dijawab - mungkin - bagaimana air yg banyak di gua2 di Gunung Kidul (air sungai bawah tanah) bisa dinaikan keatas tanpa banyak makan biaya dengan mengunakan peralatan yang 'lokal' tapi teruji. Pabila mas/mba ada masuk2an tolonglah kirimkan.
salam 
Djuhaeri</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Achir tahun 70-an saya pernah beberapa kali ke gua Langse dan juga pernah di tínggal degan  penduduk desa wuluh - kalau tidak salah.</p>
<p>Sekarang &#8230;..<br />
Saya berminat mengambil inisiatif<br />
untuk sedikit banyak mecoba mencari jalan untuk mengatasi kekeringan - dengan fokus  utama - desa wuluh. Seingat saya desa itu tidak jauh dari pantai Parangtritis. Dan di Parangtritis -dulu - ada 2 kolam renang, dengan kata lain ada  sumber air. Pertanyaan utama tentunya: bagaimana air itu bisa mencapai desa tersebut. Ku yakin dengan kemauan bersama ini bisa dicarikan solusinya&#8230; pertanyaan yg lebih susah dijawab - mungkin - bagaimana air yg banyak di gua2 di Gunung Kidul (air sungai bawah tanah) bisa dinaikan keatas tanpa banyak makan biaya dengan mengunakan peralatan yang &#8216;lokal&#8217; tapi teruji. Pabila mas/mba ada masuk2an tolonglah kirimkan.<br />
salam<br />
Djuhaeri</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
