•  23 June 2010 A Rebuttal for Komodo   ::  
  •  1 March 2010 Hutan Jawa Terancam: ProFauna Serukan Gerakan Penyelamatan Hutan   ::  
  •  14 February 2010 ProFauna Menyerukan Langkah Praktis dan Politis Untuk Menyelamatkan Hutan di Jawa   ::  
  •  4 February 2010 Pembunuh Harimau di Kebun Binatang Jambi di Vonis 3 Tahun 10 bulan Penjara   ::  
  •  9 January 2010 Catatan Tahunan 2009 ProFauna Indonesia: Perdagangan dan Penyelundupan Satwa Liar Indonesia Masih Tinggi   ::  
  • Kekeringan Melanda Gunung Kidul    Print This Post   Email This Post

    May 8th, 2007 | Oleh soedhar
    Kekeringan Melanda Gunung Kidul

    telaga.jpg

    Telaga di desa Giri Suko Kecamatan panggang Gunung Kidul adalah salah satu telaga yang mengering airnya akibat kemarau berkepanjangan. Warga desa harus rela berjalan puluhan kilometer untuk mendapatkan air di desa sebelah atau rela mengeluarkan biaya untuk membeli air dari agen air. Di daerah “Krast” (dataran tinggi kapur) seperti Gunung Kidul, kekeringan merupakan siklus tahunan yang selalu terjadi. Namun diakui warga desa setempat, musim kemarau pada tahun 2006 ini terbilang cukup lama. Banyak telaga-telaga yang menyusut debit airnya bahkan hingga mengering seperti yang terjadi di telaga desa Giri Suko. Harga air yang mencapai 120 ribu per tangki yang bisa di beli di agen air dirasa warga setempat cukup mahal. Pembuatn sumur-sumur bor tentunya akan sangat membantu warga Gunung Kidul untuk bisa mendapatkan pasokan air bersih sepanjang tahun.

    mandi.jpg

    Telaga “Toet” merupakan telaga di Gunung Kidul yang sepanjang musim kemarau sebelumnya masih menyisakan air yang bisa dimanfaatkan oleh warga setempat. Mandi dan mencuci merupakan aktivitas yang sangat umum ditemui di telaga-telaga di Gunung Kidul.

    Foto dan teks oleh Soedhar. Pemotretan dilakukan pada 9 September 2006

    Leave a Reply

     

    4 Responses to “Kekeringan Melanda Gunung Kidul”

    1. yas Says:

      mas, makin bagus apabila terdapat beberapa foto dalam berita ini.. selamat berkarya..

    2. tatang heryoga Says:

      Kekeringan di Gunung Kidul selalu mengundang perhatian baik pemerhati lingkungan, pemerintah maupun berbagai pihak yang dapat berpartisipasi didalam masalah kekeringan yang selalu melanda daerah ini. Bahkan beberapa lembaga nasional maupun international melirik kekeringan ini sebagai suatu advantage baik untuk jangka panjang maupun kepentingan sesaat, meskipun entry pointnya bisa bermacam-macam. Dengan demikian jika kita tidak jeli didalam menyikapi berbagai tawaran yang berdalih pengentasan kekeringan, maka manfaat yang diterima tidak akan sebanding dengan apa yang akan diterima oleh si pemberi manfaat, mengingat sampai dengan detik ini Indonesia masih terkenal di kancah perdagangan internasional dengan “kemurahan”nya dibidang Supply, dilain pihak terkenal potensial untuk kawasan pemasaran.

    3. green Says:

      jika kekeringan/ketandusan di gunung kidul menjadi perhatian,, kenapa sampai sekarang belum ada tindakan dari pemerintah daerah/pusat unk mencari solusinya?? apa belum cukup dengan bunh diri 1 desa akibat kelaparan,akibat tidak ada yang bisa ditanam,, tidak ada yang bisa diharapkan lagi??
      buat masyarakat gunung kidul,, jangan putus asa,, bertawakallah,ini cobaan bagi negri kita,, selagi kamu mau berusaha pasti ada jalan keluar,, jika hanya menunggu uluran tangan pemerintah,, nanti akan kecewa,, buktinya ????

    4. Djuhaei Says:

      Achir tahun 70-an saya pernah beberapa kali ke gua Langse dan juga pernah di tĂ­nggal degan penduduk desa wuluh - kalau tidak salah.

      Sekarang …..
      Saya berminat mengambil inisiatif
      untuk sedikit banyak mecoba mencari jalan untuk mengatasi kekeringan - dengan fokus utama - desa wuluh. Seingat saya desa itu tidak jauh dari pantai Parangtritis. Dan di Parangtritis -dulu - ada 2 kolam renang, dengan kata lain ada sumber air. Pertanyaan utama tentunya: bagaimana air itu bisa mencapai desa tersebut. Ku yakin dengan kemauan bersama ini bisa dicarikan solusinya… pertanyaan yg lebih susah dijawab - mungkin - bagaimana air yg banyak di gua2 di Gunung Kidul (air sungai bawah tanah) bisa dinaikan keatas tanpa banyak makan biaya dengan mengunakan peralatan yang ‘lokal’ tapi teruji. Pabila mas/mba ada masuk2an tolonglah kirimkan.
      salam
      Djuhaeri

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 555 members
      • 326 guests
      • Last Update On
        23 June, 2010
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      Lingkar Association
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET
      Yayasan Hijau

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
      ...
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    • advertisement
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It