Sebelum matahari benar-benar bangun dari peraduannya suara kicau burung siap menyambut fajar bersamaan dengan beberapa orang yang terlihat sibuk. Teman-teman dari Bird Life Indonesia bersiap untuk menjerat burung-burung dengan teropong mereka dan merekam suara kicauan.
 
Perjumpaan pertama saya dengan teman-teman Bird Life Indonesia pada sebuah acara yang diadakan oleh National Geographic Indonesia di Jawa Barat beberapa bulan lalu. Pengamatan burung itu sediri berlangsung pada pagi hari dengan menggunakan beberapa jenis teropong. Berlokasi dihutan lindung kawasan gunung Salak yang juga sebagai sumber energi panas bumi, melihat burung dimulai. Kabut tipis menyelimuti berlahan-lahan turun ke bandan bukit membantu pengamatan.
Setelah beberapa menit teropong menyisir hutan terdengar suara kicauan sebagai petunjuk. Teropong berukuran 8×30 cepat-cepat diarahkan kesumber suara. Dengan cepat pula beberapa dari mereka menebak jenis burung tanpa melihat. Buku kecil yang selalu digenggaman banyak terdapat gambar sebagai kamus visual bila mereka kesulitan dengan jenis burung yang baru dijumpai. Indonesia memiliki 1539 jenis burung terbesar ke-empat di Indonesia. Pertanyaannya, sampai kapan kita masih akan memiliki beragam jenis burung yang berterbangan dengan kicau yang selalu membangunkan pagi kita?
teks&photo: den bg
Leave a Reply
|
Related Posts |









