•  28 November 2008 Banjir Masih Mengancam Sumatera   ::  
  •  27 November 2008 Lowongan di Yayasan Jambata   ::  
  •  20 November 2008 Tiang Gantungan di Kebun Sawit   ::  
  •  17 November 2008 Workshop, Lomba dan Pameran Foto Keadilan Untuk Iklim   ::  
  •  17 November 2008 Kelapa Sawit Ancam Keanekaragaman Hayati Indonesia   ::  
  • Menangkap Kejutan Tahun Baru di Way Kambas    Print This Post   Email This Post

    April 23rd, 2007 | Oleh stringeresha

    Bayangan hitam itu tiba-tiba melintas di hadapan kami. Sejenak terkesiap, kami segera menghentikan kendaraan yang kami tumpangi – berharap bayangan tersebut tak terburu-buru pergi. Nyatanya, doa kami terkabul. Ia masih berkeliaran di jalan tanah yang sedang kami lewati ini. Kesempatan bagus yang hanya beberapa saat itu menjadi saat tepat untuk melakukan identifikasi.

    Untunglah, identifikasi atas bayangan itu tak makan waktu lama. Kami segera dapat menyimpulkan, bayangan itu adalah burung yang bertubuh besar. Sebelum menghilang ke tengah rimba, kami telah memastikan: kuau raja (Argusianus argus) jantan. Jenis ini besaran tubuhnya sebanding dengan merak hijau (Pavo muticus) betina, 120 cm.

    Kuau raja merupakan anggota suku Phasianidae. Kerabatnya, kuau- kerdil sumatera (Polyplectron chalcurum) – endemik Sumatera. Burung jantan yang bersuara meledak-ledak ini menyebar di Malaysia, Sumatera dan Kalimantan. Kami menjumpainya saat ia melintas jalan tanah menuju Way Kanan, Taman Nasional Way Kambas, Lampung. Sayangnya, kami tak berhasil mengabadikan gambar burung itu. Saat mengecek pada buku panduan lapangan Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan karya John MacKinnon, Karen Phillips dan Bas Van Balen, burung ini memang mudah ditemukan pada hutan primer dataran rendah dan hutan bekas tebangan yang kering sampai ketinggian 1200 meter.

    Bagi kami, berjumpa kuau raja adalah sebuah kejutan di awal tahun 2006. Perjalanan ke Way Kambas dipersiapkan ala kadarnya. Kami tak memikirkan kelengkapan logistik – namun beberapa β€œdoping” telah masuk daftar belanja wajib. Malahan pada malam sebelum hari keberangkatan, kami justru bertandang ke rumah seorang sahabat yang akan melalangbuana ke negeri seberang samudra. Saat kami menyampaikan rencana keluyuran pergantian tahun itu, ia pun menitip salam bagi beberapa koleganya yang sedang bertugas di kawasan konservasi yang termasuk wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Lampung Tengah dan Lampung Timur.

    Mengamati burung di kawasan ini menjadi bagian yang menarik dari acara keluyuran minim persiapan ini. Namun hal tersebut bukanlah agenda utama. Keinginan kami justru melihat kondisi penghuni anyar dari Suaka Rhino Sumatera. Kebetulan, sang punggawa tempat ini, Marcellus Adi CTR berencana menghabiskan malam 2005 di tengah rimba. Lantaran berangkat terlampau malam, kami terpaksa melewati pergantian tahun di atas kapal penyeberangan Merak-Bakauheni – sesaat sebelum kapal merapat, gulita angkasa telah diterangi kemeriahan kembang api, flare dan bunyi-bunyian terompet.

    Kejutan berikutnya, ketika kami mendapati sempidan biru (Lophura ignita rufa). Burung yang termasuk kategori rentan ini pun melintas begitu saja beberapa meter di hadapan kami. Nampaknya ia bosan berjalan-jalan di dalam hutan. Saat berleha-leha di jalan tanah itulah keberadaannya tertangkap mata kami. Sempidan biru masih satu suku dengan kuau raja. Sejak dahulu, kabarnya burung ini memang umum dijumpai di lintasan tanah antara Plang Ijo (pintu masuk Way Kambas) dan Way Kanan.

    Saat kami melakukan pengamatan di Way Kanan, Apriawan – salah seorang polhut Way Kambas – ikut menemani. Sembari bernostalgia masa lalu, Apri menceritakan jenis-jenis burung yang bisa diintip tingkah lakunya di kawasan ini. Ia pun menjelaskan pengalamannya dalam mengikuti penelitian mentok rimba (Cairina scutulata).

    Untuk pengetahuan burung-burung di Way Kambas, Apri bolehlah diberi acungan dua jempol. Ia telah terbiasa memandu para pengintip burung sejati kelas dunia - yang paling suka mengudak-udak jenis sulit dilihat nan langka. Itu sebabnya, bila berkesempatan menyambangi daerah ini janganlah segan baku kontak dengan Apri. β€œKalau sedang ndak tugas ke lapangan, saya akan bantu lah,” katanya seraya tersenyum.

    Dermaga kecil yang ada di pinggir Way Kanan, didekatnya terdapat beberapa bangunan yang digunakan sebagai kantor dan penginapan, memang lokasi yang cukup menarik untuk pengamatan burung – terutama bagi yang hanya senang keluyuran tanpa persiapan khusus. Di tengah keheningan, kami tiba-tiba kembali mendapat kejutan. Srigunting keladi yang merasa teritorinya terganggu mematuki Accipiter sp. Dengan gagah berani, srigunting melakukan serangan udara terhadap Accipiter yang bertubuh lebih besar. Aksi ini tentu saja menjadi tontonan menarik bagi kami. `

    Beberapa kejutan seperti kisah di atas tampaknya cukup memuaskan kami – para pengamat amatir, keluyuran tanpa persiapan khusus. Semua itu terasa pas lantaran agenda pelesiran ini bukanlah perjalanan khusus untuk mengintip burung, namun ditujukan sebagai penyambung silaturahmi dengan para pekerja konservasi. Burung pun kembali media dan penyambung cita-cita saat berganti tahun. Asa yang terkepal telah dibawa sayap-sayap mungil itu.

    (Maju Bintang Hutajulu, Diah R.S dan Kristanto – pengamat burung dan penyuka kegiatan alam bebas)

    Leave a Reply

     

    One Response to “Menangkap Kejutan Tahun Baru di Way Kambas”

    1. kristanto Says:

      Hallo rekan2 semua . Artikel mengenai Way Kambas / Way Kanan itu ternyata tetap menarik setelah sekian lama . Menjadi daya tarik tersendiri , karena disana banyak teman2 dr. jagawana dan dari SRS Semoga banyak teman2 kita yang menyumbang tulisan nanti.

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 365 members
      • 211 guests
      • Last Update On
        9 December, 2008
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      Lingkar Association
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET
      Yayasan Hijau

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
      ...
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    • advertisement
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It