Untuk mendorong tercapainya kota Jakarta yang hijau, bersih dan sehat, Unilever bersama mitra strategisnya Masima Radio Delta, Republika, dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan program Jakarta Green & Clean 2007, yaitu ajang lomba kebersihan dan penghijauan yang diikuti oleh RT-RT (Rukun Tetangga) se-DKI yang berlangsung selama April sampai Juni 2007.
Peluncuran lomba ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) oleh ke-empat pihak dan pelantikan 50 relawan ACT sebagai tenaga lapangan. Acara yang berlangsung di Graha Unilever pada Selasa (10/4), dihadiri oleh Sekretaris Bidang Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Ir. Yunani Katawirya; Direktur HR & Corporate Relations PT Unilever Indonesia Tbk, Josef Bataona; Direktur Masima Contents & Channels, Hanny Soema Dipradja; Direktur Pemasaran Republika, Nuky Surachmad; dan Direktur Eksekutif ACT, Drs. Ahyudin.
Josef Bataona dalam pidatonya mengatakan, ”Selama 73 tahun Unilever berdiri di Indonesia, kami peduli pada masalah lingkungan. Awal dari program green & clean ini dimulai di Surabaya dan kini untuk kedua kalinya kami menggelar green & clean di Jakarta. Kami bercerita sesuai bukti yang ada, yang lahir dari kekuatan komitmen yang besar untuk menjadikan lingkungan yang bersih dan nyaman. Kami berjanji akan selalu menjadikan janji itu menjadi kenyataan.”
Sementara, General Manager Yayasan Unilever Peduli, Okty Damayanti menjelaskan, ”Program Jakarta Green & Clean (JGC) 2007 ini bertujuan mengajak masyarakat untuk menjadikan RT mereka menjadi bersih, hijau dan dapat mengelolah sampah secara mandiri, yaitu dengan cara pemilahan sampah organik dan nonorganik serta komposisasi. Rumah tinggal sebagai lingkungan yang paling kecil ini diharapkan menjadi titik tolak terwujudnya kota yang hijau, sejuk dan bersih.“
Untuk mewujudkan mimpi Jakarta yang hijau dan bersih. ACT akan turut serta sebagai tim pendamping warga yang akan melakukan pemilahan sampah. Ahyudin mengatakan,”Apresiasi terhadap program lingkungan untuk menjadi budaya masyarakat, program ini mesti berkelanjutan untuk merubah citra bangsa ini.”
Program JGC 2007 ini, ternyata disambut dengan baik oleh BPLHD. Sebagai badan yang sangat peduli dengan lingkungan BPLHD juga ingin menukseskan JGC. Dalam penandatangan Nota Kesepahaman Bersama Yunani menyampaikan dukungannya, ”Kami akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap program ini. Kami menghimbau kepada seluruh wali kota untuk mensukseskan acara Jakarta Green & Clean ini. Saya berharap masyarakat turut ikut serta mengolah sampah. Menjadikan JGC sebagai ajang apresiasi untuk menjadi masyarakat yang bersih.”
Sosialisasi JGC dilakukan melalui radio dan media cetak. RT-RT yang ingin berpartisipasi dalam JGC dapat mengisi formulir yang telah tersedia. Panitia akan menyeleksi formulir yang masuk dan akan memilih 50 RT yang akan menjadi nomine. RT nomine tersebut akan dipantau dan dinilai secara terus menurus oleh dewan juri hingga didapatkan 5 besar RT terbaik di Jakarta.
Dengan adanya lomba ini, diharapkan akan tumbuh kesadaran masyarakat untuk menciptakan rumah tinggal dengan lingkungan yang bersih, sehat dan hijau, sehingga lambat laun permasalahan sampah di wilayah Jakarta dapat teratasi secara swadaya dan swakelola dimulai dari lingkungan yang paling kecil yaitu rumah tangga.
Penulis:
*/primus
Sumber berita: Kompas Online
Leave a Reply
|
Related Posts |









