•  4 July 2008 Waspadai Bahaya Plastik   ::  
  •  29 June 2008 Profauna Indonesia Serukan Petisi Perlindungan Nuri dan Kakatua   ::  
  •  24 June 2008 Mollo dan Kejahatan RUU Minerba   ::  
  •  20 June 2008 Sikap Bapedalda Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel Mendapat Apresiasi dan Dukungan   ::  
  •  19 June 2008 Bapedalda Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalsel Tolak Amdal PT. Mantimin Coal Mining   ::  
  • Jalan Roda: Ruang Publik Masyarakat Manado    Print This Post   Email This Post

    April 18th, 2007 | Oleh Soekendar
    Jalan Roda: Ruang Publik Masyarakat Manado

    Menyusuri kawasan perdagangan Pasar 45 di Manado, Sulawesi Utara, bagi kebanyakan masyarakat Sulut pasti tidak akan lepas dari sebuah tempat yang bernama Jalan Roda. Sebuah lorong jalan di tengah pasar dimana terdapat sederet warung-warung kopi layaknya di Texas abad ke-19. Tempat ini sudah menjadi trend tersendiri bagi masyarakat sebagai tempat bersosialisasi dan menjalin hubungan diantara mereka. Segala lapisan masyarakat ada disini. Mulai dari pejabat pemerintahan, instansi, pengusaha, Seniman dan budayawan, sampai para pedagang pasar. Bahkan tak jarang turis baik asing maupun domestik berdatangan ke tempat ini untuk bersantai dan melepas lelah.

    Nama Jalan Roda diambil dari kebiasaan para pedagang yang kesehariannya kerja di pasar mengangkat barang dengan fisik, lama kelamaan mereka berfikir untuk menggunakan alat angkut berupa gerobak roda. Dan mereka membuatnya dengan tiga roda. Karena aktivitas gerobag roda yang tidak pernah sepi, lama-lama disebutlah disitu sebagai Jalan Roda.

    Dahulu, sekitar tahun 1950-an Jalan Roda sebetulnya hanya sebuah lorong kecil yang menjadi tempat mangkal para pedagang dari gunung-gunung di Minahasa dan sebagainya yang menjual sayur, kangkung, dan lain-lain di komplek pasar 45 Manado. Ada juga dari daerah lain yang membawa gerobak atau roda membawa keramik-keramik. Karena sudah setiap hari mereka beraktivitas di situ dan mereka menjadikan tempat itu sebagai tempat mangkal terakhir di Manado sekaligus tempat bermalam.

    Lama-lama mereka membangun pondokan dan orang sudah mulai melihat peluang untuk jualan di situ. Mulailah muncul satu warung kecil kemudian bertambah dan terus berkembang. ”Karena mereka kan mau makan minum mencari harga yang relatif murah. Jadi dari dulu Jalan Roda itu terkenal sebagai tempat jualan makan minum yang murah,” jelas Om Sampel, pengurus komunitas Jalan Roda.

    Jalan Roda ini terletak di kompleks Pasar 45 di Kalurahan Pinaesaan, Manado. Lokasinya memang hanya sebuah lorong kecil diantara bangunan-bangunan di kompleks pasar. Namun aktivitas disitu mewakili semua komunitas yang ada. Dulu memang Jalan Roda ini terkesan kumuh dan rusuh. Bangunan yang berdiri disitu hanya beratapkan seng bekas atau terpal. Namun lama kelamaan sudah semakin tertata. Dan yang terakhir pada awal tahun 2005 lalu Jalan Roda menerima bantuan pembuatan kanopi sepanjang hampir 200 meter.

    Sehingga sekarang ini Jalan Roda sudah bersih dan rapi. Pengunjung pun semakin enjoy bersantai di situ. Aktivitas Jalan Roda saat ini semakin ramai. Mulai dari pagi subuh, sekitar pukul 4.00, para pedagang maupun pembeli di Pasar 45 sudah singgah untuk sarapan dan minum kopi. Kemudian sekitar pukul 07.00 pagi, mulai datang karyawan, pegawai, dan yang lain untuk sekedar singgah sarapan atau minum kopi. Lalu pada siang sampai malam bergantian orang-orang mulai berdatangan. Bahkan biasanya selepas jam kerja (sekitar jam 17.00 Wita) banyak para pegawai bahkan pejabat pemerintahan yang singgah minum kopi.

    Jika kebetulan ada event khusus, seperti perkenalan pejabat, ulang tahun, atau sosialisasi anti narkoba, biasanya Jalan Roda disulap menjadi panggung terbuka. Satu perlengkapan organ tunggal dimainkan bersama para penyanyi lokal yang sudah tidak asing lagi menghibur masyarakat Manado. Sebut saja Om Sampel, pelawak sekaligus artis terkenal di Sulut ini juga piawai sebagai MC kocak yang sangat akrab dengan pengunjung. Tak heran kalau komunitas Jalan Roda memberikan mandat Ketua FAJAR (Forum Aktifitas Jalan Roda) kepadanya. Forum ini mulai berdiri pada tanggal 5 bulan 5 tahun 2005, di mana pilihan angka 5 ini untuk mewakili makna ”Pedagang kaki lima” yang eksis di Jalan Roda sampai sekarang. Om Sampel yang bernama lengkap Drs. Samsi Bachmid ini terus menjalin relasi dengan siapa saja untuk memajukan Jalan Roda ini.

    Jalan Roda menjadi ruang publik milik masyarakat Sulawesi Utara yang tetap mengakomodir seluruh lapisan masyarakat. Banyak kisah yang sudah tercatat di benak masyarakat diantara harumnya kepulan asap kopi panas yang disajikan di Jalan Roda ini. Sebuah kebersamaan diantara pergulatan dan persaingan hidup. Namun kini, dengan dicanangkannya Manado sebagai Kota Pariwisata Dunia 2010, maka tersiar kabar Pemerintah Kota hendak menata ulang kawasan Pasar 45, termasuk Jalan Roda. Lalu bagaimana ”Aktivitas” itu dipertahankan? (Soekendar)

    Leave a Reply

     

    2 Responses to “Jalan Roda: Ruang Publik Masyarakat Manado”

    1. adhe Says:

      jalan roda bisa jadi tempat menggali kenangan bagi mahasiswa2 yang pernah tinggal di manado,……..dengan harga yang murah dan eunak sedap………. ga di temukan di tempat lain. HIDUP JALAN RODA…..

    2. Aja Pakaya Says:

      Jalan roda bukan saja tempat untuk minum kopi, tetapi merupakan ruang publik untuk menghilangkan strs.

    Related Posts

    •  
    • STATS
      • 296 members
      • 125 guests
      • Last Update On
        4 July, 2008
    •  
    •  
      Beritahabitat.NET Be An Environment Reporter
      Beritahabitat.NET Community Reader

      SAHABAT
      GolonganDarah.Net
      Mapala.NET

      Site Meter
      Environment Blogs - Blog Catalog Blog Directory
      Firefox 2
    •  
    • Credits
      • RSS Feed 2.0 RSS
      • RSS Feed 2.0 Atom
      • RSS Feed 2.0 Comments RSS
    •  
    •  
    •  
     
    Close
    E-mail It